Liputan6.com, Flores Timur - Bentrokan antardesa atau yang dikenal dengan sebutan perang tanding kembali pecah di Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), akhir pekan kemarin. Konflik antara warga Desa Narasaosina dan Desa Waiburak itu menyebabkan 12 bangunan terbakar dan lima warga mengalami luka akibat tembakan dari senjata rakitan.
Korban luka akibat bentrokan itu kini dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Larantuka untuk mendapatkan penanganan medis.
Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Larantuka, Gregorius Koten, mengatakan ada sejumlah korban saat ini sedang di rawat di rumah sakit lantaran mengalami luka tembak usai konflik. Namun, Bupati Flores Timur, Anton Doni Dihen, menegaskan bahwa biaya pengobatan korban bentrokan tidak akan ditanggung pemerintah daerah.
Advertisement
Anton Doni menyampaikan sikap tegas pemerintah daerah terkait penanganan korban bentrokan.
"Korban yang masuk rumah sakit harus ditanggung oleh desa masing-masing. Pilihan perang adalah pilihan mereka sendiri. Sebelumnya kami sudah tegas menyampaikan, kalau ada yang luka maka biaya rumah sakit ditanggung sendiri. Pemerintah tidak bisa terus-menerus diminta menanggung akibat dari keputusan berperang," ujarnya, Senin (11/5/2026).
Menurutnya, sikap ini diambil agar masyarakat tidak dimanjakan dengan bantuan yang justru membuat konflik terus berulang.
"Risiko harus ditanggung oleh mereka yang memilih berperang," tegasnya.
Pemerintah daerah akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar tidak memberikan bantuan apapun kepada kedua desa yang sedang berkonflik ini.
Â
Konflik Susulan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5672478/original/051655300_1778481347-1002017853.jpg)
Diketahui, bentrok antara Desa Narasaosina dan Dusun Bele Desa Waiburak bukan kali pertama terjadi. Pada Maret 2026, lima warga mengalami luka tembak dan enam rumah terbakar. Hanya berselang sebulan, konflik kembali pecah.
Sabtu malam lalu, bentrokan kembali terjadi. Sembilan rumah terbakar dan lima warga terluka akibat peluru rakitan. Situasi ini menunjukkan bahwa konflik belum mereda dan berpotensi menimbulkan korban baru jika tidak segera ditangani.
Sejumlah keluarga korban mengaku kebingungan dengan biaya perawatan. Namun, sesuai pernyataan bupati, tanggung jawab biaya pengobatan diserahkan kepada masing-masing desa.
Warga Mengungsi
Pantauan Liputan6.com di lokasi, sejumlah rumah yang terbakar kini hanya menyisakan puing. Warga yang kehilangan tempat tinggal terpaksa mengungsi ke rumah kerabat. Aparat keamanan masih berjaga di lokasi untuk mencegah bentrokan susulan.
Ketegangan masih terasa di kedua desa. Polisi bersama TNI berupaya menenangkan warga dan mengimbau agar tidak terprovokasi.
Tokoh masyarakat Flores Timur berharap konflik segera berakhir. Mereka meminta pemerintah daerah, aparat keamanan, dan tokoh adat turun tangan lebih serius untuk mencari solusi damai.
"Tanah adat memang sensitif, tapi jangan sampai mengorbankan nyawa dan masa depan anak-anak kita. Kami berharap ada jalan keluar yang adil," ujar salah satu tokoh adat yang tak mau disebut namanya.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261063/original/026293200_1781677316-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-17T130056.370.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8682083/original/077005500_1782732215-dedi_mulyadi_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5495122/original/083308700_1770356146-Menteri_Keuangan__Menkeu__Purbaya_Yudhi_Sardewa-6_Februari_2026b.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5537107/original/075541100_1774410122-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-03-25T095300.861.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5672477/original/039480900_1778481347-1002016493.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/344610/original/093311000_1471573794-foto-new.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263965/original/063636200_1782038065-000_B7RD77E.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8312896/original/014782800_1782180155-000_B7XU3U2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5381016/original/018832800_1760444417-AP25287418037906.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4728012/original/006431800_1706361596-000_34GE37C.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8666203/original/007626600_1782698654-000_B8H28ZD.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8633516/original/070380800_1782633001-photo-collage.png__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8674531/original/079790200_1782716407-AP26177104053905.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260382/original/054470700_1781590662-063_2281748273.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259253/original/099827400_1781493084-AP26165774269127.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4864218/original/041026400_1718404435-AP24166759629724.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263966/original/082388400_1782038241-000_B7RC3ZV.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5415752/original/060786800_1763419826-000_84BP8PA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5672434/original/001197200_1778480798-1001383252__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5672399/original/057200500_1778479599-gunung_dukono_1105.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5672411/original/005962400_1778479671-24539.jpg)