Isak Tangis Keluarga Saat Jenazah Bripka Arya Supena yang Ditembak Curanmor Dimakamkan

Bripka Arya Supena memergoki dua orang mencurigakan yang sedang merusak kunci stang.

Diterbitkan 11 Mei 2026, 10:38 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Suasana duka dan haru menyelimuti prosesi pelepasan hingga pemakaman Bripka (Anumerta) Arya Supena, anggota Dit Intelkam Polda Lampung yang gugur saat berupaya menggagalkan aksi pencurian kendaraan bermotor di Bandar Lampung, Sabtu (9/5/2026).

Upacara penghormatan terakhir digelar secara kedinasan Polri di Kota Metro dan dihadiri langsung Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf, Wakapolda Lampung, serta sejumlah pejabat utama Polda Lampung.

Jenazah almarhum diberangkatkan dari rumah duka dengan prosesi pemakaman kedinasan yang dihadiri keluarga, kerabat, hingga rekan sejawat dari jajaran Polda Lampung. Upacara pemakaman dipimpin Direktur Intelkam Polda Lampung sebagai inspektur upacara.

Tangis keluarga pecah saat tembakan salvo dilepaskan ke udara sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada Bhayangkara yang gugur saat menjalankan tugas menjaga keamanan masyarakat.

Kronologi Penembakan

Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 05.30 WIB di depan Toko Yussy Akmal, Jalan ZA Pagaralam, Labuhan Ratu, Bandar Lampung.

Saat itu, Arya Supena yang baru pulang dinas melintas di lokasi menggunakan sepeda motor. Ia kemudian memergoki dua pria mencurigakan yang diduga tengah merusak kunci stang sepeda motor milik warga berinisial NM.

Ketika mencoba menegur dan menghentikan aksi pelaku, salah satu pelaku tiba-tiba melepaskan tembakan jarak dekat yang mengenai kepala korban.

Korban sempat dilarikan ke RS Bhayangkara Polda Lampung untuk mendapatkan penanganan medis intensif. Namun nyawanya tidak tertolong akibat luka tembak kritis yang dialaminya.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun mengatakan institusi Polri memberikan penghargaan kenaikan pangkat luar biasa kepada almarhum atas keberanian dan pengabdiannya.

“Sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian dan keberanian almarhum, institusi Polri memberikan penghargaan kenaikan pangkat luar biasa menjadi Bripka Anumerta,” katanya.

Yuni menegaskan, Polda Lampung kini terus memburu dua pelaku penembakan tersebut. Polisi juga masih mengumpulkan barang bukti di lokasi kejadian dan memeriksa sejumlah saksi.

“Polda Lampung kehilangan salah satu putra terbaiknya. Almarhum adalah teladan bagi kita semua, yang tidak ragu mempertaruhkan nyawa demi menjalankan tugas dan melindungi hak masyarakat. Kami pastikan tim gabungan akan menangkap pelaku,” tandasnya.