Viral Misa Penghiburan Kematian Ditolak Warga, Pemkot Depok Buka Suara

Viralnya video penolakan peribadatan warga meninggal merupakan sebuah kesalahpahaman.

Diterbitkan 29 Juni 2026, 17:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Beredar sebuah video merekam suasana duka dialami keluarga beragama kristen di Kampung Bulak Timur, Cipayung, Depok. Pada video tersebut, perekam video menarasikan warga Katolik datang ke rumah duka untuk menghadiri misa penghiburan.

Namun pada video tersebut terjadi adanya dugaan pelarangan misa penghiburan dari pihak pengurus lingkungan. Perekam menyebutkan pengurus lingkungan melarang melakukan ibadah apapun.

"Tetapi pak RT setempat tidak membolehkan, melarang supaya tidak boleh melakukan ibadah apapun, hanya boleh ibadat di dalam hati masing-masing,” ujar perekam pada Minggu (28/6).

Pada saat itu, Romo yang akan memimpin peribadatan sudah datang di rumah duka. Namun peribadatan tidak dapat dilakukan karena mendapatkan larangan dari pengurus lingkungan setempat.

“Romonya sudah datang tetapi tidak bisa Misa karena Pak RT melarang, ini di Depok Jawa Barat, tepatnya di Jebatan Serong,” jelas perekam.

Penjelasan Pemkot Depok

Menanggapi hal itu, Lurah Cipayung, Husni Mubarok menjelaskan, viralnya video penolakan peribadatan warga katolik yang meninggal, merupakan sebuah kesalahpahaman. Saat ini, warga berduka sudah dapat menjalankan ibadahnya terhadap kedukaan.

“Ini sebuah kesalahpahaman sebenarnya,” jelas Husni saat dikonfirmasi Liputan6.com, Senin (29/6).

Husni mengungkapkan, pada saat malam kejadian pihak keluarga mendatangi kediaman ketua RT. Kedatangan keluarga duka untuk memberikan kabar kedukaan dan meminta izin untuk menggelar peribadatan.

“Namun Pak RT sedang tidak ada di rumah, sedang kerja di luar Depok,” ujar Husni.

Hal itu menyebabkan terjadi kesalahpahaman antara kedua belah pihak antara pengurus lingkungan dan keluarga duka. Kedua belah pihak telah dipertemukan dan dilakukan mediasi dari aparatur kelurahan dan Polsek Pancoran Mas.

“Ternyata memang ada kesalahpahaman, tapi sekarang peribadatan sudah dilakukan untuk di rumah, nanti dilanjutkan di rumah duka keagamaan di Jalan Kamboja,” tutur Husni.

Husni menuturkan, masyarakat setempat turut membantu pihak keluarga dan aparatur pemerintah bersama pengurus lingkungan, turut memberikan bantuan santunan kedukaan. Adapun santunan diberikan untuk pengurusan pemakaman keluarga duka.

“Kami pun sudah memberikan surat kematian kepada pihak keluarga, Satlinmas kelurahan turut membantu proses kebaktian,” pungkas Husni.