Manggarai Bakal Jadi Pusat Bisnis Baru, LRT dan KRL Terintegrasi

Pemprov DKI menyiapkan Manggarai sebagai CBD. Jakpro-KAI membangun koneksi langsung LRT Jakarta–KRL. Proyek LRT Kelapa Gading–Manggarai siap 98%.

Diterbitkan 13 Agustus 2026, 13:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan Manggarai sebagai pusat bisnis baru. Pengembangan kawasan ini diperkuat dengan rencana integrasi layanan LRT Jakarta dan KRL agar pergerakan warga lebih efisien.

PT Jakarta Propertindo (Jakpro) menyebut akan menggandeng PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk mengembangkan kawasan sekaligus menata konektivitas antarmoda di Manggarai.

Adapun LRT Jakarta koridor Kelapa Gading–Manggarai memiliki panjang 12,2 kilometer dengan 11 stasiun dan nilai investasi Rp 12,1 triliun. Tingkat kesiapan proyek mencapai 98 persen, dengan sisa pekerjaan pada sistem pensinyalan di sejumlah titik.

CBD Baru di Manggarai, Kolaborasi Jakpro–KAI

Direktur Utama Jakpro Iwan Takwin menjelaskan rencana pengembangan kawasan usai meninjau kesiapan Stasiun LRT Jakarta Manggarai, Kamis (13/8/2026). Ia menyebut sinergi dengan KAI menjadi kunci pembentukan kawasan bisnis baru di sana.

"Ya, terkait Manggarai ini gitu ya, ke depan nanti kami akan bekerja sama dengan KAI untuk membangun kawasan ini menjadi satu fasilitas CBD baru," kata Iwan usai meninjau kesiapan Stasiun LRT Jakarta Manggarai, Kamis (13/8/2026).

"Dan kemudian juga kami sebagai operator di sini nanti akan melakukan connecting dengan, jadi orang nanti penduduk warga yang apa penumpang dari KRL pindah ke LRT, LRT ke KRL itu tidak perlu turun ke bawah, bisa langsung terkoneksi dengan KAI. Jadi mobilisasinya akan lebih nyaman nantinya," jelasnya.

Hub Transportasi dan TOD di Sekitar Stasiun

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan posisi Manggarai semakin strategis seiring terhubungnya berbagai moda transportasi publik. Ia menyebut kawasan sekitar stasiun akan dikembangkan dengan konsep berorientasi transit.

"Dan nanti di tempat ini, baik dilakukan oleh pemerintah pusat atau pemerintah Jakarta atau swasta, akan dibangun banyak TOD-TOD baru," kata Pramono.

Menurutnya, integrasi layanan angkutan massal menempatkan area ini sebagai salah satu simpul mobilitas penting di Ibu Kota.

"Karena apa pun ini menjadi ya seperti Blok M sekarang, orang akan berebut untuk datang ke tempat ini karena memang transportasi utama Jakarta salah satunya berhentinya di tempat ini," ujarnya.