Pemerintah Ungkap Keunggulan Hunian Vertikal Manggarai bagi MBR

Pembangunan hunian vertikal untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dimulai di kawasan Manggarai

Diterbitkan 21 Agustus 2026, 17:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Muhammad Qodari mengatakan pembangunan hunian vertikal untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dimulai di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan.

Proyek tersebut memanfaatkan lahan milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI dan mendapat dukungan pembiayaan dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN).

Dia mengatakan pembangunan hunian tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah menyediakan rumah layak bagi MBR di tengah keterbatasan dan mahalnya lahan perkotaan.

“Jadi ini ditujukan untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Dan untuk perkotaan, desainnya adalah perumahan vertikal. Dan lahannya disediakan oleh KAI, pembiayaannya dari BTN,” ujar Qodari saat menghadiri groundbreaking hunian Manggarai dilansir Antara, Jumat (21/8/2026).

Menurut Qodari, pemanfaatan lahan KAI memungkinkan hunian dibangun di lokasi yang memiliki akses transportasi publik dan dekat dengan pusat aktivitas masyarakat. Kondisi tersebut dinilai dapat membantu penghuni menghemat waktu dan biaya perjalanan.

Qodari juga menilai kualitas hunian perlu menjadi perhatian. Berdasarkan rancangan dan mockup unit yang ditampilkan, dia menilai hunian tersebut memenuhi aspek kelayakan dan kualitas.

“Terutama di daerah perkotaan, ini lahannya sangat strategis, dekat dengan pusat-pusat kegiatan. Tadi sudah lihat juga mockup-nya, ada gambar di belakang ini, menggambarkan unit-unit yang ada, bagus sekali, jadi ini berkualitas,” ungkapnya.

Dia berharap pembangunan berjalan sesuai rencana dan unit nantinya diberikan kepada masyarakat yang memenuhi persyaratan.

“Kita doakan supaya pembangunan berjalan sesuai dengan rencana dan bisa dialokasikan untuk mereka yang benar-benar membutuhkan dan benar-benar berhak,” ucap Qodari.

Dibangun 8 Tower, Tampung 3.784 Unit

KAI mulai membangun delapan menara rumah susun di kawasan Manggarai. Setiap menara memiliki 24 lantai dengan total kapasitas 3.784 unit.

Proyek tersebut terbagi dalam dua kawasan. Blok G terdiri atas tiga menara dengan 1.276 unit, sedangkan Blok F mencakup lima menara dengan 2.508 unit.

Hunian tersedia dalam beberapa tipe, yakni studio seluas 28 meter persegi, tipe 36 dan 45 dengan dua kamar tidur, serta tipe 52 dengan tiga kamar tidur.

Blok G terdiri atas Tower A sebanyak 352 unit, Tower B 418 unit, dan Tower C 506 unit. Sementara Blok F mencakup Tower 1 dan Tower 2 yang masing-masing memiliki 572 unit, Tower 3 dan Tower 5 masing-masing 528 unit, serta Tower 4 sebanyak 308 unit.

Setiap calon pembeli akan menjalani verifikasi dokumen untuk memastikan hunian subsidi diberikan kepada masyarakat yang memenuhi ketentuan. Mekanisme tersebut juga ditujukan untuk mencegah spekulasi dan memastikan hunian digunakan sesuai peruntukannya.