Susuri Ciliwung, Wakil Menteri Lingkungan Hidup Temukan 3 Masalah Ini

Solusi penanaman pohon elo dan pengolahan sampah SRF didorong untuk perbaikan ekosistem sungai.

Diterbitkan 27 September 2026, 15:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono mengatakan, aksi bersih sungai digelar di sembilan titik di Jabodetabek, Surabaya, dan Bali dalam rangka memperingati Hari Sungai Sedunia.

"Tadi masing-masing titik sudah melaporkan beberapa ton sampah yang diambil. Ada yang 500 kilogram, ada yang satu ton, bahkan ada yang sampai 3,2 ton," kata dia di Depok, Minggu (27/9/2026).

Diaz menjelaskan, aksi bersih sungai dilakukan untuk meningkatkan kepedulian kepada lingkungan, salah satunya sungai. Diketahui sungai memiliki dua sisi untuk kehidupan masyrakat yakni sebagai sumber kehidupan dan sumber bencana apabila tidak dijaga.

"Dari hasil penelusuran di Ciliwung Depok, kita melihat tadi sampah masih banyak dan ada bangunan-bangunan yang masih di sepadan sungai, seharusnya (jarak) 15 meter tapi kita lihat di sepadan sungai masih ada bangunan," ungkap dia.

Selain itu, Diaz menemukan adanya sebuah cafe yang berdekatan dengan sungai Ciliwung, namun sudah diberikan penyegelan dari Pemerintah Kota Depok.

KLH turut menemukan adanya sejumlah titik yang menyebabkan sungai Ciliwung rentan erosi disebabkan minimnya pohon penyangga.

"Tadi kita lihat mungkin perlu adanya ditanam pohon-pohon yang bisa menahan erosi. Pohon Elo bisa kita gunakan dan mungkin kita titip dengan Pak Wakil Wali Kota untuk mencari bibit-bibitnyam," kata Diaz.

 

Penanaman Pohon dan Penanganan Sampah

Diaz mengatakan, pohon elo dapat ditanam 5-10 meter dari sempadan sungai untuk mencegah erosi.

"Satu hal lain yang menyebabkan atau berdampak kepada erosi ini adalah ikan sapu-sapu. Jadi ikan sapu-sapu membuat lubang-lubang yang banyak di dalam sungai," ungkap Diaz.

Tidak hanya itu, KLH telah mendorong Pemerintah Kota Depok untuk menyelesaikan permasalahan sampah. Salah satunya penanganan sampah menggunakan SRF dan hasilnya akan digunakan untuk pabrik semen.

"Tadi untuk sampah, Wakil Wali Kota depok mengatakan sudah ada solusi, yaitu akan dibuatnya RDF. Mungkin bukan Refuse Derived Fuel tapi ini bentuknya Solid Recovered Fuel, SRF lah," terang Diaz.

Nantinya SRF akan membantu melakukan pengolahan untuk mengurangi beban sampah di Kota Depok. Adapun dalam sehari pengolahan sampah dapat dilakukan sebanyak 1.000 ton.

"Mungkin sudah akan operasional dalam waktu 6 bulan. Jadi dalam waktu dekat akan operasional, MoU-nya baru ditandatangani, sekarang lagi pengurusan perizinan," pungkas Diaz.