Prabowo Akan Beri Bintang Kehormatan ke Pimpinan Danantara: Apakah Majelis Menyetujui?

Di Sidang Tahunan MPR, Prabowo mengusulkan Bintang Kehormatan bagi pimpinan Danantara. Ia mengaitkan kinerja Danantara dengan kenaikan laba BUMN dan hilirisasi.

Diterbitkan 14 Agustus 2026, 13:59 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengumumkan rencana penganugerahan Bintang Kehormatan kepada pimpinan Danantara dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR, Jumat (14/8/2026).

Ia menautkan usulan itu pada capaian manajemen Danantara yang disebut mampu membuat BUMN cepat mencetak keuntungan.

Menurut Prabowo, laba BUMN yang meningkat dapat didayagunakan untuk mempercepat program hilirisasi. Ia menyinggung pelaksanaan peletakan batu pertama 13 proyek pada 6 Februari 2026 dan 13 proyek lain pada 29 April 2026 sebagai bagian dari agenda tersebut.

Di forum yang sama, Prabowo juga meminta persetujuan peserta sidang terkait rencana penganugerahan tanda kehormatan tersebut.

Rencana Penghargaan untuk Pimpinan Danantara

Dalam pidatonya, Prabowo menekankan pendekatan manajemen yang menurutnya berdampak langsung pada kinerja.

"Saudara-saudara, ini membuktikan dengan manajemen yang akal sehat, dengan niat tidak menipu, keberhasilan kita bisa datang dengan sangat cepat," ujar Prabowo.

Ia lantas menyampaikan apresiasi kepada jajaran Danantara dan mengaitkannya dengan rencana penganugerahan.

"Sekali lagi, saya apresiasi manajemen dan pimpinan Danantara, saya kira pantas pimpinan Danantara nanti mendapat Bintang Kehormatan yang pantas di suasana hari kemerdekaan ini," sambungnya.

Prabowo kemudian mengajukan pertanyaan terbuka kepada peserta sidang.

"Apakah majelis menyetujui?" tanya Prabowo.

"Setuju," jawab anggota DPR.

Ia kembali memastikan sikap forum. "Pantas tidak mereka menerima tanda kehormatan?" tanya Prabowo lagi.

"Pantas," kata anggota DPR.

Di bagian lain pidato, Prabowo menautkan peran Danantara dengan percepatan hilirisasi.

"Dengan danantara kita sudah groundbreaking 13 proyek hilirisasi pada tanggal 6 Februari 2026 dan 13 lagi proyek hilirisasi pada tanggal 29 April 2026," tegas Prabowo.

Jempol Jokowi Usai Pidato di Kompleks Parlemen

Usai menyampaikan pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR-DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026), Prabowo turun dari mimbar. Ia memberi salam hormat kepada Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Ketua DPR RI Puan Maharani, Ketua DPD RI Sultan Najamudin, serta anggota dewan yang hadir.

Setelah menyalami sejumlah anggota DPR RI, Prabowo naik ke lantai dua Ruang Paripurna untuk menemui mantan presiden, mantan wakil presiden, dan keluarga mereka yang hadir.

Prabowo terlebih dahulu menyapa Joko Widodo yang duduk di dekat anak tangga. Keduanya saling memberi salam hormat dan berbincang singkat disertai tawa kecil. Presiden ketujuh RI itu memberi acungan jempol dan memuji pidato Prabowo.

"Bagus banget," ucap Jokowi.

Selanjutnya, Prabowo menyalami Wakil Presiden ke-11 RI Boediono. Sama seperti Jokowi, Boediono juga mengacungkan jempol kepada Prabowo.

Ia kemudian menghampiri Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dan berbincang sebentar sebelum meninggalkan kompleks parlemen untuk beristirahat serta melaksanakan salat Jumat.

Prabowo dijadwalkan kembali ke ruang sidang untuk menyampaikan pidato Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangannya pada pukul 15.42 WIB.