Kesal Jalan Rusak Tak Diperbaiki Pemda, Warga Way Kanan Patungan Cor Jalan

Dengan dana hasil patungan, mereka memperbaiki satu titik jalan rusak yang selama ini menjadi penyebab kecelakaan dan menghambat aktivitas masyarakat.

Diterbitkan 21 Juli 2026, 23:17 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Lampung- Rasa kecewa karena jalan tak kunjung diperbaiki membuat warga Kelurahan Kasuipasar, Kecamatan Kasui, Kabupaten Way Kanan, Lampung, memilih bergerak sendiri. Dengan dana hasil patungan, mereka memperbaiki satu titik jalan rusak yang selama ini menjadi penyebab kecelakaan dan menghambat aktivitas masyarakat.

Salah seorang penggerak swadaya, Muhammad Saleh mengatakan, jalan yang rusak sepanjang sekitar dua kilometer itu membentang dari Donomulyo hingga Simpang Banjit. Namun, keterbatasan dana membuat warga hanya mampu memperbaiki titik yang kondisinya paling parah.

"Yang kami perbaiki titik yang paling urgent. Saat kondisi kering saja mobil tidak bisa lewat, apalagi saat hujan. Kendaraan bermuatan sering terjebak karena jalannya sudah hancur dan tidak rata," kata Saleh dikonfirmasi Liputan6.com, Selasa (21/7/2026).

Menurut dia, kerusakan jalan tersebut sudah lama dikeluhkan warga. Bahkan, banyak pengendara motor hingga mobil petani mengalami kecelakaan akibat kondisi jalan yang berlubang dan bergelombang.

"Kasihan warga. Banyak yang kecelakaan di situ, mobil-mobil petani juga sering rusak," ucapnya.

Perbaikan dilakukan dengan sistem gotong royong. Warga terlebih dahulu menimbun jalan menggunakan batu sabes sebelum dilakukan pengecoran agar permukaan jalan kembali rata.

Untuk tahap awal, warga menghabiskan sekitar delapan truk batu sabes. Hingga sepekan pelaksanaan, dana yang berhasil dikumpulkan mencapai sekitar Rp 8 juta.

Dana tersebut berasal dari sumbangan masyarakat, mulai dari warga sekitar hingga para pengguna jalan yang melintas. Nominalnya pun beragam, bahkan ada yang hanya menyumbang Rp 1.000 hingga Rp 2.000. Selain uang, sejumlah warga dan pemilik toko bangunan juga menyumbangkan material seperti semen dan batu.

"Ini benar-benar dari warga untuk warga. Kalau menunggu pemerintah, kami enggak tahu sampai kapan. Jadi kalau bukan kami yang bergerak, siapa lagi," bebernya.

Sudah Berulang Kali Ngeluh, Tak Ada Respons Pemkab

Saleh mengungkapkan, warga sebenarnya sudah berulang kali menyampaikan keluhan kepada pemerintah melalui aparat lingkungan hingga proposal yang diteruskan ke pemerintah kabupaten. Namun, hingga kini belum ada tindak lanjut.

"Proposal sudah pernah disampaikan ke pemerintah kabupaten melalui perantara, tetapi sampai sekarang belum ada kabarnya. Kami berharap ada perhatian karena jalan ini penting untuk aktivitas warga," tuturnya.

Dia menambahkan, sebelum memperbaiki titik yang saat ini dikerjakan, warga juga telah memperbaiki dua titik jalan lainnya secara mandiri di ruas yang sama.

Kerusakan jalan tersebut juga berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat. Truk pengangkut hasil perkebunan, terutama sawit, memilih memutar melalui jalur lain yang lebih jauh karena khawatir terjebak di jalan rusak.

Tak hanya itu, akses kendaraan darurat seperti ambulans hingga anak-anak yang berangkat ke sekolah juga ikut terdampak.

Banyak pengendara memilih menghindari jalur tersebut meski sebenarnya merupakan akses alternatif yang lebih dekat menuju pusat pemerintahan Kecamatan Kasui.

Saat ini, proses pengecoran masih berlangsung. Warga berharap pemerintah segera turun tangan agar seluruh ruas jalan yang rusak dapat diperbaiki dan tidak lagi mengandalkan swadaya masyarakat.