Penjelasan Istana soal Rencana Prabowo Pangkas Anggaran TNI-Polri

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan pemangkasan anggaran mungkin saja dilakukan apabila dibutuhkan.

Diterbitkan 21 Juli 2026, 17:19 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang akan memangkas anggaran pertahanan dan kepolisian. Dia mengatakan pemangkasan anggaran mungkin saja dilakukan apabila dibutuhkan.

"Jangan kemungkinan ya, kemungkinan itu kan artinya kalau memang dalam situasi yang apa namanya dibutuhkan ya mungkin itu akan dilakukan," kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (21/7/2026).

Namun, kata dia, fundamental ekonomi nasional saat ini masih cukup kuat dan kondisi fiskal terjaga. Selain itu, Prasetyo menuturkan defisit APBN masih sangat terjaga.

"Hasil evaluasi kami sampai hari ini alhamdulillah ya fundamental ekonomi kita cukup kuat, fiskal kita juga masih sangat terjaga ya berkaitan dengan masalah defisit anggaran dalam satu tahun APBN berjalan juga masih sangat terjaga ya," tuturnya.

Prasetyo memastikan pemerintah akan terus bekerja keras menjaga anggaran negara. Menurut dia, anggaran yang tak produktif akan diefisensi.

"Kami terus bekerja keras di satu sisi melakukan tetap melakukan sesuai dengan petunjuk Bapak Presiden terus-menerus anggaran-anggaran yang memang dirasa kurang produktif kurang berdampak untuk itu juga terus menerus kita upayakan untuk diefisiensikan," jelas Prasetyo.

Alasan Efisiensi Anggaran TNI dan Polri

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan dirinya akan melakukan efisiensi atau penghematan anggaran untuk menghilangkan kelaparan dan kemiskinan ekstrem. Bahkan, Prabowo siap mengurangi anggaran pertahanan dan polisi.

Hal ini disampaikan Prabowo saat menghadiri Panen Raya TNI di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026). Awalnya, Prabowo berbicara bahwa Indonesia diramalkan menjadi negara terkaya di dunia pada tahun 2045-2050 mengalahkan Jepang hingga Inggris.

"Kita okelah ya keempat di dunia, boleh nggak? Hah? Kita nanti 2040, 50, kita di atas Jepang, di atas Inggris, Brasil, Prancis. Makanya kita sekarang harus siap," kata Prabowo saat memberikan pidatonya.

Dia mengatakan 2050 bukanlah waktu yang lama sehingga SDM Indonesia harus dipersiapkan sejak dini. Prabowo menuturkan Indonesia tidak bisa menjadi negara keempat terbesar di dunia apabila masih ada kelaparan dan kemiskinan.

"Jadi kalau kita sekarang tidak ngurus anak-anak itu, dia gimana akan menjadi negara keempat terbesar di dunia? Kita harus hilangkan kelaparan. Kita harus hilangkan kemiskinan. Kemiskinan, apalagi kemiskinan ekstrem harus kita hilangkan. Insya Allah kita akan hilangkan," jelasnya.

Untuk itu, Prabowo akan melakukan penghematan anggaran, salah satunya dengan mengurangi anggaran pertahanan dan polisi. Dia pun bertanya kepada para TNI dan Polri apakah rela apabila anggaran dikurangi.

"Kita akan hemat anggaran kita. Kita akan bikin efisien. Bila perlu anggaran pertahanan kita kurangi, anggaran polisi kita kurangi untuk menghilangkan kemiskinan. Rela TNI? Rela polisi?" tutur Prabowo.

Sejumlah anggota TNI dan Polri pun terdengar menjawab rela.

"Aku tanya TNI, polisi yang jawab. Rela ya anggaran dikurangin? Ikhlas? Kok ikhlas, ikhlas," ucapnya.