Liputan6.com, Jakarta - Puluhan warga melaporkan dugaan penipuan berkedok arisan dan investasi bodong ke Polda Lampung. Dalam kasus tersebut, total kerugian yang dialami para korban ditaksir mencapai lebih dari Rp 5 miliar.
Salah seorang korban, Evi Ratnasari mengungkapkan sedikitnya 93 orang diduga menjadi korban. Jumlah itu diperkirakan masih akan bertambah karena belum seluruh peserta arisan dan investasi melapor ke polisi.
"Korban yang kami data sekitar 93 orang, bahkan bisa lebih karena belum semuanya melapor. Total kerugiannya lebih dari Rp5 miliar," kata Evi, Selasa (21/7/2026).
Advertisement
Dia menjelaskan nominal kerugian yang dialami setiap korban berbeda-beda, mulai dari belasan juta hingga ratusan juta rupiah.
"Ada yang rugi Rp 15 juta, Rp 33 juta, Rp 38 juta, Rp 50 juta, Rp 180 juta, bahkan ada yang sampai Rp 500 juta dan Rp 600 juta," sebutnya.
Â
Arisan Lancar di Awal
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303492/original/024879400_1784637941-1001484031.jpg)
Menurut Evi, para peserta awalnya tidak menaruh curiga karena arisan tersebut telah berjalan selama bertahun-tahun. Selama itu pula, penyelenggara dinilai selalu memenuhi kewajibannya sehingga mendapat kepercayaan dari para anggota.
Namun, kondisi berubah sejak Mei 2026. Penyelenggara mulai sulit dihubungi hingga akhirnya diduga menghilang pada pertengahan Juli 2026 dengan membawa dana para peserta.
"Kami ikut arisan yang sudah berjalan lama, bukan baru satu atau dua bulan. Selama ini lancar, tetapi sejak Mei sampai Juli mulai bermasalah. Bulan Juli dia menghilang dan sampai sekarang tidak diketahui keberadaannya," ungkapnya.
Selain mengikuti arisan, para korban juga mengaku ditawari investasi online dengan iming-iming keuntungan dalam waktu singkat. Salah satu skemanya berupa jual beli arisan atau yang dikenal peserta dengan istilah "opit".
Evi mencontohkan, peserta membeli slot senilai Rp 13 juta dan dijanjikan hasil Rp 15 juta dalam jangka waktu satu hingga dua bulan.
Ia sendiri mengaku terakhir mentransfer uang sebesar Rp 39 juta kepada penyelenggara. Saat hendak mencairkan dana, pelaku sudah tidak bisa dihubungi.
Â
Â
Advertisement
Pelaku Satu Kampung
Dalam laporan ke Polda Lampung, para korban turut menyerahkan sejumlah barang bukti berupa bukti transfer, tangkapan layar percakapan WhatsApp, hingga dokumen grup arisan dan investasi online.
Evi mengatakan, para korban mengenal baik terduga pelaku karena sama-sama berasal dari Desa Wates, Kecamatan Way Ratai, Kabupaten Pesawaran.
"Kami satu desa dan satu kecamatan. Saya sudah kenal lama, bahkan pernah membantu saat dia menikah. Karena itu saya percaya," sebutnya.
Sementara itu, Kasubdit Penmas Polda Lampung, Kompol Andri Yulianto membenarkan pihaknya telah menerima laporan dugaan penipuan tersebut.
"Iya benar, laporannya sudah kami terima. Saat ini masih dalam proses penyelidikan untuk menindaklanjuti laporan dari para korban," ujar Andri.
Ia menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterima penyidik, jumlah korban diperkirakan lebih dari 50 orang. Namun hingga kini baru dua orang yang secara resmi membuat laporan polisi.
"Menurut keterangan pelapor, korbannya lebih dari 50 orang. Yang sudah membuat laporan baru dua orang, dengan nilai kerugian masing-masing berkisar Rp15 juta hingga Rp30 juta," tutupnya.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259592/original/057928600_1781507421-guru_sekolah_rakyat_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302904/original/046159000_1784611502-Dr.Watermark_1784608315019.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256352/original/040260500_1781154176-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-11T120248.984.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5178089/original/060696700_1743292394-mudik_gratis_kemenhub.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303493/original/040496200_1784637941-1001484029.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295937/original/029239400_1783995735-000_A6DQ92Z.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260740/original/033303400_1781654609-063_2281951293.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302475/original/037155000_1784555150-Argentina_s_Lionel_Messi__from_right__Rodrigo_De_Paul__Nicolas_Otamendi_and_Leandro_Paredes.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301812/original/034405000_1784520388-000_C2LJ6NA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301606/original/080786700_1784502167-063_2286810313.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302243/original/013845100_1784537891-063_2286809086.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303196/original/048589700_1784621624-spain_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302438/original/014858100_1784549563-Argentina_s_Lionel_Messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303199/original/035402400_1784622040-Argentina_s_Enzo_Fernandez.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1345712/original/030389700_1473863666-000_G50CY.jpg)