Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta melakukan jemput bola kepada peserta didik yang berhak menerima Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus, tetapi belum mengurus bantuan tersebut.
"Ada kurang lebih 40.166 anak yang berhak mendapatkan KJP tetapi tidak mengurusnya. Oleh karena itu, saya meminta kepada Dinas Pendidikan untuk menyisir mereka dan menyampaikan bahwa mereka mempunyai hak untuk mendapatkan KJP," kata Pramono kepada wartawan, dikutip Sabtu (5/9/2026).
Pramono menegaskan, Pemprov DKI Jakarta berupaya memastikan bantuan pendidikan diberikan kepada peserta didik yang memenuhi persyaratan.
Advertisement
Pada tahap kedua tahun 2026, Pemprov DKI Jakarta telah menetapkan 661.209 peserta didik sebagai penerima KJP Plus. Jumlah tersebut terdiri dari 491.566 penerima lama atau lanjutan dan 169.643 penerima baru.
Total anggaran yang disiapkan untuk penyaluran KJP Plus tahap kedua tersebut mencapai sekitar Rp 1,5 triliun.
"Dari tahap dua ini, gelombang satu yang clear and clean yang sudah selesai, 661.209 murid dengan total anggaran kurang lebih Rp1,5 triliun," ujar Pramono.
Â
Dapat KJP Asal Memenuhi Syarat
Menurut dia, dari jumlah tersebut terdiri dari 491.000 penerima lama lanjutan, kemudian ada 169.643 penerima baru.
"Jadi ini sekaligus saya ingin meluruskan bahwa di Jakarta kalau selama memenuhi syarat pasti yang bersangkutan akan mendapatkan KJP tahap dua ini," ujar Pramono.
Pramono menegaskan, Keputusan Gubernur (Kepgub) tentang besaran dan penerima bantuan sosial biaya pendidikan bagi peserta didik tahap kedua tahun 2026 sudah ditandatangani olehnya.
Prinsipnya, kata Pramono, pemerintah memastikan bantuan diberikan tepat sasaran tanpa menahan hak peserta didik yang datanya telah dinyatakan valid.
Adapun sebanyak 661.209 penerima tidak memiliki persoalan berdasarkan hasil pemadanan data.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5371798/original/091008600_1759721976-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__84_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4147880/original/044633900_1662436165-WhatsApp_Image_2022-09-06_at_10.36.26_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329639/original/025640700_1787286446-purbaya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340558/original/047338600_1788510282-cek_fakta_-_BNI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5191662/original/094741000_1744985867-WhatsApp_Image_2025-04-18_at_14.04.35.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6989650/original/045156400_1779758230-images__4_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341267/original/083987800_1788595846-8ef97690-06e5-4c96-b291-0a1d44f5a51f.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341228/original/068346300_1788593742-email-attachment_2026_09_05_rifqyabiyya-at-klyid_re-diduga-ingin-maling-pria-bawa-celurit-berhasil-diamankan_93826.jpg)