Stasiun Cawang dan Duri Makin Padat, KAI Berbenah

Pembenahan ini demi pengalaman perjalanan yang lebih baik.

Diterbitkan 05 September 2026, 16:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, pihaknya terus melakukan pembenahan dan revitalisasi sejumlah stasiun untuk meningkatkan efektivitas akses penumpang.

Menurut dia, berdasarkan data Januari-Agustus 2026, antusiasme penumpang commuter line masih lebih tinggi dibandingkan pengguna LRT. Kondisi tersebut, salah satunya, terlihat di Stasiun Cawang.

"Kalau kita lihat volume penumpang KRL Stasiun Cawang ini sudah mencapai 11 juta hampir 12 juta, sedangkan LRT Cikoko hampir 4 juta dan penumpang-penumpang ini pelanggan kami ini juga ada yang menggunakan fasilitas integrasi antar moda," kata dia di Jakarta seperti dikutip Sabtu (5/9/2026).

Melihat peningkatan jumlah penumpang, Anne mengatakan perlu dilakukan visioning atau penataan ulang dari Hall Barat hingga Hall Timur Stasiun Cawang.

Menurutnya, pembenahan integrasi akan mencakup pengembangan eskalator, penataan ulang gate, pembangunan passenger crossing berkanopi, serta perbaikan sirkulasi di dalam stasiun.

"Karena pada saat ini crowd banget di stasiun Cawang, jadi kami akan melakukan penataan di luar aksesnya, karena dengan adanya ojek online juga sangat mempengaruhi mobilisasi pelanggan kami di stasiun,” ucap Anne.

 Selain itu, kata dia, di saat yang bersamaan Stasiun Duri juga ikut mengalami peningkatan signifikan.

"Memang kondisi arus pelanggan di stasiun ini pertumbuhan dan volume transitnya sudah hampir menyentuh 20 juta," ujar Anne.

 

Perkuat Akses

Dalam paparannya, Anne menjabarkan jumlah penumpang weekday saja bisa mencapai kepadatan hingga 80 ribu pengguna di jam-jam sibuk. Sedangkan pengguna weekend capaiannya berada di angka 64 ribu.

"Melihat lonjakan tersebut, kami akan perkuat akses dan sirkulasi pelanggan, rencananya dengan pengembangan JPO antarperon," ujar Anne.

Dengan adanya perbaikan ini, Anne berharap para pengguna ke depannya bisa merasa lebih efisien dan kebutuhan sarana prasarana dapat terdukung optimal.