Staf Pemkot Parepare Minta Maaf Usai Insiden Flare Nobar Piala Dunia

Sebelumnya, Ahmad Husaini disebut sebagai Ajudan Wali Kota Parepare. Namun belakangan diketahui, Ahmad Husaini merupakan staf protokoler.

OlehFauzan
Diterbitkan 21 Juli 2026, 20:06 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Staf Protokoler Pemerintah Kota Parepare, Ahmad Husaini, akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka setelah video keributan saat acara nonton bareng (nobar) final Piala Dunia 2026 di Lapangan Andi Makkasau viral di media sosial. Sebelumnya, Ahmad Husaini sempat disebut sebagai Ajudan Wali Kota Parepare.

Permintaan maaf itu disampaikan Ahmad melalui video klarifikasi yang didampingi Kasubag Protokol Pemkot Parepare pada Selasa (21/7/2026). Dalam pernyataannya, dia meminta maaf kepada masyarakat, khususnya pihak yang merasa dirugikan akibat insiden tersebut.

"Saya menyampaikan permohonan maaf kepada khalayak maupun yang merasa dirugikan atas kegaduhan yang terjadi beberapa hari ini," ujar Ahmad dalam video yang diterima Liputan6.com, Selasa (21/7/2026).

Ahmad kemudian menjelaskan kronologi kejadian. Menurutnya, flare yang memicu keributan bukan berasal dari dirinya, melainkan sudah lebih dulu dinyalakan oleh orang lain di tengah kerumunan penonton.

"Setelah flare menyala, saya ambil untuk mengamankan maju ke depan karena kalau ke belakang lebih banyak orang," jelasnya.

Dia mengaku tidak menyadari bahwa selama membawa flare tersebut terdapat percikan yang mengenai salah seorang penonton.

"Sesampai saya di samping videotron, saya berdiri terus memegang flare itu. Setelah itu, saya dilempar tiba-tiba, ditunjuki dan dimaki," ungkap Ahmad.

Menurut Ahmad, dirinya sempat terpancing emosi akibat perlakuan tersebut. Namun, dia memilih kembali ke lokasi yang dianggap aman sambil tetap memegang flare hingga padam agar tidak membahayakan orang lain.

Setelah mengetahui penyebab kemarahan penonton, Ahmad kemudian menemui pria yang memprotes karena rekannya terkena percikan flare dan menyampaikan permohonan maaf. Dia menambahkan, persoalan tersebut akhirnya diselesaikan secara baik-baik dan kedua belah pihak telah berjabat tangan.

"Saya sampaikan saya minta maaf. Saya sempat tersulut emosi juga karena kita dilempar, karena saya tidak tahu apa kesalahan saya, awalnya kenapa dilempar," tuturnya.

Berakhir Damai

Menanggapi insiden tersebut, Wali Kota Parepare Tasming Hamid mengatakan Ahmad telah meminta maaf kepada pihak yang terdampak. Menurutnya, ajudannya itu tidak mengetahui ada penonton yang terkena percikan flare ketika membawanya dari tengah kerumunan menuju area yang lebih terbuka.

"Dia sudah meminta maaf kepada yang bersangkutan. Karena dia tidak tahu waktu dia bawa itu dari tengah ke luar, ternyata ada yang kena. Setelah itu dia dilempar botol sehingga mengira ada persoalan lain," kata Tasming.

Tasming memastikan persoalan tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan. Dia juga menyebut Ahmad telah menyampaikan permintaan maaf dan bersedia bertanggung jawab atas insiden yang terjadi.

"Insya Allah dia sudah minta maaf," pungkasnya.