Prabowo: Terlalu Banyak Kekayaan Indonesia Bocor, Kita Harus Hentikan

Prabowo menyampaikan dirinya akan mengerahkan seluruh upaya agar kekayaan alam Indonesia tak dinikmati segelintir orang saja.

Diterbitkan 23 Mei 2026, 14:38 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengatakan bahwa Indonesia merupakan negara yang sangat kaya akan sumber daya alamnya. Namun, dia menyayangkan banyak kekayaan Indonesia yang bocor dan tak dinikmati masyarakat.

"Saya tegaskan bahwa Indonesia sungguh-sungguh sangat kaya, tapi terlalu banyak kekayaan kita bocor. Dan kebocoran ini harus kita hentikan," kata Prabowo saat menghadiri Panen Raya Udang di Tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (23/5/2026).

Dia menegaskan komitmen pemerintahannya untuk menghentikan kebocoran tersebut. Prabowo menyampaikan dirinya akan mengerahkan seluruh upaya agar kekayaan alam Indonesia tak dinikmati segelintir orang saja.

"Saya bertekad, saya akan berusaha sekeras tenaga saya dan tenaga semua pembantu saya, kita akan berbuat apa saja yang diperlukan untuk menghentikan kebocoran kekayaan rakyat Indonesia," jelasnya.

Menurut dia, tekad tersebut juga sejalan dengan amanat Undang Undang Dasar 1945 yang menyatakan bahwa bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

Oleh karena itu, Prabowo menilai Indonesia harus mampu mengelola kekayaannya secara mandiri agar manfaatnya tidak hanya dinikmati oleh kelompok tertentu.

"Kita tidak mau kekayaan kita terus-menerus dipermainkan oleh orang-orang tertentu, oleh negara-negara tertentu," tutur Prabowo.

"Karena kekayaan itu harus dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia. Tidak hanya segelintir saja," sambung dia.

 

Potensi Dana yang Bisa Diselamatkan

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memprediksi potensi dana yang dapat diselamatkan mencapai USD 150 miliar atau Rp 2.646 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah 17.650) per tahun akibat praktik under invoicing atau kurang bayar dan praktik fraud lainnya.

"Kita perhitungkan, perkirakan potensi uang yang bisa diselamatkan USD 150 miliar satu tahun,” ujar Prabowo saat penyampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) saat Rapat Paripurna ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026, Rabu (20/5/2026)

Prabowo menuturkan, potensi dana yang diselamatkan dari kebocoran tergantung dari kemampuan dan keberanian.

“Potensi, apakah kita mampu atau tidak, tergantung keberanian, kita selamatkan, tergantung apakah bekerja sama dengan baik atau tidak. Dari awal saya menjabat, kita harus bersama-sama berani mencari solute berani bertindak. Cari akar bocornya kekayaan kita, tidak tinggal kekayaan di negara kita, kita harus hadapi dan selesaikan,” ujar Prabowo.