Kondisi Terkini Gunung Anak Krakatau, Abu Kelabu Kembali Membubung

Gunung Anak Krakatau kembali erupsi pada Selasa pagi dengan kolom abu setinggi 100 meter di atas puncak.

Diterbitkan 07 Juli 2026, 11:37 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda kembali mengalami erupsi pada Selasa (7/7/2026) pagi. Kolom abu berwarna kelabu teramati membubung setinggi sekitar 100 meter di atas puncak, menandakan aktivitas vulkanik masih berlangsung meski status gunung api tersebut tetap berada pada Level III (Siaga).

Berdasarkan laporan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), erupsi terjadi pada pukul 08.21 WIB. Kolom abu berintensitas tebal bergerak ke arah barat laut dengan ketinggian sekitar 257 meter di atas permukaan laut.

Aktivitas erupsi juga terekam oleh seismograf dengan amplitudo maksimum 11 milimeter dan durasi sekitar 15 detik.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau di Desa Hargo Pancuran, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan Andi Suwardi mengatakan, aktivitas Gunung Anak Krakatau hingga saat ini masih berfluktuasi. Namun, hasil evaluasi belum menunjukkan adanya perubahan tingkat aktivitas.

"Erupsi masih terjadi dengan karakter yang fluktuatif. Sampai saat ini status Gunung Anak Krakatau masih tetap berada pada Level III atau Siaga," ujar Andi, Selasa (7/7/2026).

Menurutnya, tinggi kolom abu, aktivitas kegempaan, dan parameter vulkanik lainnya terus dipantau secara visual maupun menggunakan instrumen pemantauan.

Seluruh hasil pengamatan menjadi bahan evaluasi Badan Geologi untuk menentukan perkembangan aktivitas gunung.

"Setiap aktivitas yang terjadi kami pantau secara visual maupun melalui instrumen. Data tersebut kemudian dilaporkan secara berkala sebagai dasar evaluasi kondisi Gunung Anak Krakatau," jelasnya.

 

Imbauan untuk Warga

Andi menegaskan rekomendasi bagi masyarakat masih belum berubah selama status Gunung Anak Krakatau berada di Level III (Siaga).

Masyarakat, nelayan, wisatawan, dan pendaki diminta tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau atau melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif karena masih berpotensi terjadi lontaran material vulkanik.

Selain itu, petugas Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau terus melakukan pemantauan selama 24 jam untuk mengantisipasi setiap perubahan aktivitas vulkanik.

Masyarakat juga diimbau tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi di media sosial dan selalu mengacu pada informasi resmi yang diterbitkan Badan Geologi dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).