Wisatawan Nekat Naik Lereng Gunung Anak Krakatau, Padahal Status Masih Level III

Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau Lampung Selatan, Andi Suwardi, membenarkan adanya aktivitas wisatawan yang memasuki kawasan tersebut.

Diterbitkan 03 Agustus 2026, 17:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Puluhan wisatawan nekat mendekati, bahkan menaiki lereng Gunung Anak Krakatau (GAK) di Perairan Selat Sunda, meski gunung api tersebut masih berstatus Level III (Siaga). Aksi berbahaya itu memicu kekhawatiran petugas karena kawasan tersebut masih masuk zona rawan bencana.

Berdasarkan foto yang diterima Liputan6.com, rombongan wisatawan terlihat tiba menggunakan kapal motor kayu. Mereka kemudian turun di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau.

Dalam foto lainnya, sejumlah wisatawan tampak berjalan hingga menaiki lereng yang dipenuhi material abu vulkanik.

Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau Lampung Selatan, Andi Suwardi, membenarkan adanya aktivitas wisatawan yang memasuki kawasan tersebut.

Menurutnya, keberadaan rombongan itu diketahui saat tim pemantau sedang melakukan pemeliharaan peralatan di lokasi.

"Iya, kebetulan kemarin ada tim yang sedang melakukan pemeliharaan peralatan di sana dan melihat itu. Kami mengimbau seluruh masyarakat agar mematuhi rekomendasi karena kawasan tersebut masih berbahaya bagi keselamatan," ujar Andi, Senin (3/8).

Andi menduga rombongan wisatawan menggunakan kapal sewaan yang berangkat dari Dermaga Canti menuju Pulau Sebesi sebelum akhirnya mendekati Gunung Anak Krakatau.

Namun, pihaknya masih belum mengetahui secara pasti bagaimana mereka bisa masuk hingga ke area lereng gunung.

"Kami menduga kapalnya berasal dari Sebesi. Kemungkinan wisatawan menyewa kapal dari Canti, tetapi bagaimana mereka bisa sampai ke kawasan gunung masih kami dalami," jelasnya.

 

 

Zona Berbahaya

Menyikapi kejadian tersebut, Pos Pantau Gunung Anak Krakatau telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari BPBD, Dinas Pariwisata, hingga instansi terkait di wilayah Banten. Langkah itu dilakukan agar tidak ada lagi wisatawan yang nekat memasuki zona berbahaya.

"Kami meminta seluruh pihak ikut mengimbau masyarakat agar tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau. Sebelumnya, pihak kecamatan juga sudah mengeluarkan imbauan di wilayah Dermaga Canti," tegasnya.

Meski aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau dalam beberapa hari terakhir menunjukkan tren menurun, Andi menegaskan status Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III (Siaga). Erupsi terakhir tercatat terjadi pada 25 Juli 2026, sementara aktivitas tremor masih terus terekam.

"Memang aktivitasnya cenderung menurun, tetapi rekaman tremor masih cukup tinggi. Karena itu, kami tetap memberikan peringatan dini kepada masyarakat," ungkapnya.

Andi kembali mengingatkan bahwa masyarakat maupun wisatawan dilarang memasuki radius 5 kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau demi menghindari risiko letusan maupun lontaran material vulkanik.

"Imbauannya tetap sama, patuhi rekomendasi dan jangan mendekati Gunung Anak Krakatau dalam radius 5 kilometer dari kawah aktif," katanya.

Petugas juga memastikan pengawasan di kawasan Gunung Anak Krakatau terus diperketat untuk mencegah adanya aktivitas masyarakat maupun wisatawan yang dapat membahayakan keselamatan.