Cara Pemkot Depok Atasi Kemacetan di Sawangan

Jalan Raya Sawangan kerap dilanda kemacetan.

Diterbitkan 17 September 2026, 19:18 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Kota Depok melakukan pelebaran Jalan Raya Cipayung untuk mengurai kemacetan di Jalan Raya Sawangan. Tidak hanya itu, pelebaran Jalan Raya Cipayung dilakukan untuk memudahkan akses pelaksanaan Tol Cinere-Jagorawi (Cijago) dari arah Sawangan menuju Bojonggede, Bogor.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok, Yodi Joko Bintoro, mengatakan pelebaran Jalan Raya Cipayung merupakan salah satu langkah antisipasi kemacetan di Jalan Raya Sawangan. Tidak hanya itu, pelaksanaan pelebaran Jalan Raya Cipayung guna menyambut lanjutan pembangunan Jalan Tol Cijago.

"Ini merupakan kebijakan dari Wali Kota Depok, terkait kita mau meminta bukaan tol di daerah tanah merah (perbatasan Sawangan-Cipayung)," ujar Yodi, Kamis (17/9/2026).

Yodi menjelaskan, Pemerintah Kota Depok mengajukan permintaan pembukaan akses Tol Cijago di wilayah Cipayung. Pada klausul permintaan, Pemerintah Kota Depok diharapkan memenuhi persyaratan kapasitas dan kemampuan jalan.

"Jadi, ini memang dianggarkan lewat BTT untuk menyikapi nanti ada bukaan tol di Cipayung nanti, anggaran sekitar Rp 28 miliar," jelas Yodi.

Pemerintah Kota Depok menata Jalan Raya Cipayung sepanjang 1,4 kilometer, mulai dari Jembatan Serong menuju Jalan Muhidin. Untuk lebar jalan, diperkirakan mencapai sembilan sampai 12 meter berdasarkan sisi bidang jalan yang dilebarkan.

"Lebar variatif ya, sembilan sampai 12 meter, kita ada penambahan sekitar tiga meter dari eksisting," terang Yodi.

Pelebaran Jalan Raya Cipayung telah memasuki tahap pemasangan tiang pancang sehingga alat berat untuk pemasangan tiang pancang menyita badan jalan. DPUPR Kota Depok telah berkoordinasi dengan Dishub dan Polres Metro Depok untuk melakukan pengaturan lalu lintas.

"Tapi poinnya kita sudah berkoordinasi, akses jalan diberlakukan buka tutup. Jadi enggak tutup total, kita mungkin ada rekayasa yang dari utara ke selatan gantian dengan selatan ke utara, mungkin itu," ucap Yodi.

DPUPR Kota Depok menargetkan pelaksanaan pengerjaan pelebaran Jalan Raya Cipayung dapat selesai pada Desember mendatang atau 120 hari kerja. Adapun pengerjaan sheet pile yang berbatasan langsung dengan Kali Cipayung dilakukan secara bertahap.

"Mulai dari titik ini ya (sheet pile) nanti berangsur-angsur bertahap sampai dengan Jembatan Serong. Kita tetap mempertahankan badan air, jadi mungkin ada sedikit penyesuaianlah," ungkap Yodi.

 

Pintu Tol

Yodi optimistis pelebaran Jalan Raya Cipayung dapat selesai dan disesuaikan dengan rencana pembukaan pintu tol Cijago di wilayah Cipayung. Rencananya, pelaksanaan pengerjaan pembukaan pintu tol Cijago di wilayah Cipayung akan dilaksanakan pada 2027.

"Kita nanti sudah punya pintu tol Cipayung di akhir tahun 2027," tutur Yodi.

Selain itu, lanjut Yodi, dukungan pembukaan pintu tol Cipayung akan diselaraskan dengan pelebaran Jalan Muhidin Cipayung hingga Jalan Garuda Sawangan. Pemerintah Kota Depok akan melakukan pembebasan lahan Jalan Muhidin dan Garuda pada 2027.

"Mudah-mudahan ke depannya ini menjadi pusat perkembangan baru bagi Cipayung karena kita punya bukaan tol, kemudian kita punya akses yang lebih baik untuk ke arah tol maupun ke arah Sawangan," kata Yodi.

Yodi meminta maaf kepada warga maupun pengguna Jalan Raya Cipayung karena sempat terjadi gangguan kemacetan saat pelebaran Jalan Raya Cipayung.

"Atas nama Pemerintah Kota Depok, saya ucapkan permohonan maaf atas kemungkinan gangguan kemacetan yang terjadi, kami minta maaf. Kami berterima kasih atas semua dukungan yang diberikan kepada Pemerintah Kota Depok, terkait dengan pembangunan pelebaran jalan ini (Cipayung)," pungkas Yodi.