Kebakaran Masih Mengintai Pegunungan Ijen, 3 Titik Api Baru Terdeteksi

Api terdeteksi setelah petugas melakukan patroli intensif di lapangan pada Rabu, 16 September 2026.

Diterbitkan 17 September 2026, 16:33 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali mengancam kawasan Pegunungan Ijen. Tiga titik api baru ditemukan di kawasan Cagar Alam Merapi Ungup-Ungup yang berbatasan langsung dengan destinasi wisata Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur, Nur Patria Kurniawan, mengonfirmasi temuan tersebut. Api terdeteksi setelah petugas melakukan patroli intensif di lapangan pada Rabu, 16 September 2026.

"Posisi saat ini, anggota melaporkan ada tiga fire spot," ujar Nur Patria, Kamis (17/9/2026).

Namun, terdapat anomali teknis saat petugas melakukan verifikasi. Meski visual vegetasi yang terbakar terlihat jelas dari lapangan, ketiga titik api tersebut tidak terdeteksi oleh Sistem Informasi Peringatan Dini Pengendalian Karhutla (Sipongi) maupun citra satelit Sentinel.

Nur Patria menegaskan, ketiga titik tersebut merupakan kebakaran baru dan bukan sisa api dari insiden sebelumnya. Hal itu diperkuat dengan dokumentasi kondisi vegetasi di sekitar lokasi yang sebelumnya masih hijau dan asri.

"Menipisnya jarak api dengan area aktivitas manusia memicu kewaspadaan tinggi. Sebab melimpahnya vegetasi kering sebagai "bahan bakar" alami meningkatkan risiko perambatan api secara drastis, terutama ke arah jalur pendakian utama dan area komersial," tambahnya.

Tim gabungan telah melakukan sejumlah langkah mitigasi untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk. Upaya tersebut dilakukan dengan memanfaatkan drone dan penyisiran tim darat untuk memantau pergerakan angin serta arah rambatan api secara real-time.

 

Pengawasan Diperketat

Petugas juga membangun jalur pemutus vegetasi di belakang area penginapan TWA Kawah Ijen untuk menahan laju perambatan api.

Nur Patria mengatakan, pengawasan diperketat untuk memastikan kobaran api tidak kembali merambat ke arah pusat pos pendakian Paltuding.

"Kalau nanti apinya menyeberang lagi, ya bisa sampai ke Paltuding lagi. Mudah-mudahan tidak," pungkas Nur Patria.

Saat ini, seluruh personel disiagakan untuk mengamankan kawasan cagar alam sekaligus mengantisipasi agar jalur wisata Ijen tidak perlu ditutup secara total.