Usai Paket Mencurigakan, Warga Kudus Digegerkan Teror Molotov

Rumah warga di Desa Sambung, Kudus, diduga menjadi sasaran pelemparan bom molotov oleh OTK.

Diterbitkan 22 Mei 2026, 16:08 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Peristiwa dugaan teror kembali menggegerkan Kabupaten Kudus dalam sepekan terakhir. Kali ini, sebuah rumah milik warga di Desa Sambung, Kecamatan Undaan, diduga menjadi sasaran pelemparan bom molotov oleh orang tak dikenal (OTK).

Insiden tersebut terjadi dua hari setelah warga Kudus dihebohkan dengan penemuan paket kardus mencurigakan di kawasan Gereja Injil Tanah Jawa (GITJ) Ploso Kudus yang sempat diamankan tim Gegana Brimob Pati.

Aksi pelemparan bom molotov itu terjadi pada Jumat (22/5/2026) sekitar pukul 02.00 WIB. Suasana dini hari yang semula tenang di Gang 8 RT 03/RW 02 Desa Sambung mendadak berubah mencekam setelah terdengar suara ledakan dari rumah milik Hadi, seorang petani setempat.

Saat kejadian, penghuni rumah dan warga sekitar sedang tertidur lelap. Hadi yang mendengar suara keras langsung terbangun dan keluar kamar. Ia mendapati api sudah membakar bagian rumah serta merusak sejumlah perabotan.

Api diketahui membakar kursi di dalam rumah korban. Selain itu, kaca jendela rumah pecah diduga akibat lemparan benda dari pelaku. Bom molotov diduga dilempar melalui jendela rumah korban.

Suara ledakan tersebut membuat warga sekitar panik dan berhamburan keluar rumah untuk mencari sumber suara. Warga kemudian mendatangi rumah korban dan berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya agar kobaran tidak semakin meluas.

Kepala Desa Sambung, Astuti Widiyawati, membenarkan kejadian tersebut. “Pemilik rumah mendengar suara keras dan melihat api sudah menyala di dalam rumahnya,” ujar Astituti pada Jumat (22/5/2026).

Beruntung kobaran api akibat ledakan boom molotov itu, tidak sempat membesar dan menjalar ke bangunan rumah lainnya.

Warga yang mengetahui kejadian itu, langsung berdatangan ke rumah korban. Mereka membantu memadamkan api, sebelum situasi semakin berbahaya.

Laporan kejadian ledakan bom molotov yang terjadi di rumah Hadi, diterima Pemerintah Desa Sambung sekitar pukul 03.00 WIB hingga 04.00 WIB.

Olah TKP

Pihak aparat desa bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sambung, kemudian berkoordinasi dengan Polsek Undaan untuk melakukan penanganan cepat.

Pagi harinya sekitar pukul 06.00 WIB, aparat kepolisian mendatangi rumah Hadi. Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi.

Dari hasil rekaman CCTV, pelaku peledakan bom molotov diduga lebih dari satu orang. Saat menjalankan aksinya, pelaku naik sepeda motor secara berboncengan.

Dari rekaman CCTV tampak salah satu pelaku turun dari motor. Pelaku kemudian mendekati rumah korban dan langsung melempar bom molotov. Selanjutnya, pelaku kabur bersama rekannya di tengah kegelapan malam.

“Pelaku sepertinya sudah memahami kondisi lokasi. Setelah melempar (bom molotov) ke arah kaca jendela rumah korban, kemudian langsung melarikan diri,” ucap Astuti.

Pelaku Pakai Masker

Dalam rekaman CCTV, para pelaku tampak berupaya menyamarkan identitas. Pelaku menggunakan masker dan topi kupluk hingga menutupi sebagian wajahnya agar sulit dikenali.

Polisi pun menduga aksi peledakan bom molotov di rumah korban, berkaitan dengan perselisihan antarkelompok remaja atau perang antargeng yang melibatkan anak korban yang masih berstatus pelajar SMA.

Dugaan itu menguat setelah polisi memeriksa sejumlah remaja yang disebut berteman dengan anak korban.

“Tiga anak sudah dimintai keterangan di Mapolsek Undaan untuk pemeriksaan lebih lanjut,” pungkas Astuti.