Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat Dewan Energi Nasional di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (17/9/2026). Rapat tersebut merupakan agenda rutin, di mana Presiden memimpin rapat Dewan Energi Nasional dua kali dalam setahun.
Berdasarkan pantauan Liputan6.com, rapat tersebut dihadiri Ketua Harian Dewan Energi Nasional sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Rachmat Pambudy.
Kemudian, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.
Advertisement
"Hari ini kami akan melakukan rapat paripurna dengan seluruh anggota Dewan Energi Nasional. Dewan Energi Nasional ini kan ketua, ketuanya Bapak Presiden Prabowo, dan saya sebagai ketua harian. Dan kemudian ada anggota DEN yang lain dari pemangku kepentingan, dari utusan masyarakat, akademisi, dan beberapa menteri sebagai anggota DEN," kata Bahlil kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (17/9/2026).
Salah satu hal yang akan dibahas dalam rapat bersama Prabowo yakni E20 atau jenis bahan bakar minyak campuran yang terdiri dari 20 persen bioetanol nabati dan 80 persen bensin fosil.
"Eh, bagian daripada itu. Pasti kalau kita bicara tentang Dewan Energi Nasional, seluruh bagian menyangkut dengan energi akan menjadi pembahasan nantinya," tutur Bahlil.
Prabowo Beberkan Dampak Koperasi Desa Merah Putih
Presiden Prabowo Subianto meyakini keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) akan mulai memberikan dampak ekonomi yang semakin terasa pada 2027.
Menurut dia, Koperasi Desa Merah Putih menjadi sarana utama rantai pasok kebutuhan masyarakat hingga ke tingkat desa. Dengan memperpendek rantai distribusi, koperasi diharapkan dapat mengurangi biaya distribusi sehingga kebutuhan pokok dapat diperoleh masyarakat dengan harga yang lebih terjangkau.
Prabowo mengatakan, hingga saat ini baru sekitar 6.000 KDKMP yang telah beroperasi. Namun, dia optimistis dampak ekonomi dari program tersebut akan semakin terasa seiring bertambahnya jumlah koperasi yang dibangun.
"Dan ini nanti efeknya akan terasa saya kira beberapa bulan, mungkin tahun 2027, 2028 akhir. Ini kurang lebih," jelas Prabowo dalam Program Presiden Prabowo Menjawab, dikutip dari siaran pers pada Kamis (17/9/2026).
Dia menilai KDKMP merupakan terobosan baru karena membuka ruang bagi sistem rantai pasok yang lebih efisien. Melalui koperasi tersebut, produsen dapat menyalurkan produknya kepada konsumen tanpa harus melalui perantara berlapis-lapis.
Prabowo menyebut hasil panen petani selama ini harus melewati sekitar lima perantara sebelum sampai ke tangan konsumen.
Dia menuturkan, para perantara tersebut mengambil margin keuntungan yang cukup tinggi, bahkan bisa mencapai 30 hingga 40 persen.
Prabowo mengatakan, kondisi tersebut tidak ideal karena konsumen harus membeli bahan pangan dengan harga lebih mahal, sedangkan petani belum memperoleh penghasilan yang optimal.
Sementara itu, sebagian besar keuntungan justru dinikmati oleh para perantara.
"Dengan KDKMP, petani hanya ada satu perantara sampai ke konsumen," ujarnya.
"Ada tambahan (penghasilan) untuk petani, tapi konsumen juga hemat. Jadi ini kurang lebih gagasan intinya," sambung Prabowo.
Prabowo menyampaikan pembangunan ekosistem ekonomi berbasis desa tersebut merupakan bagian dari langkah pemerintah untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional.
Selain KDKMP, pemerintah juga terus menjalankan berbagai program strategis di sektor pangan, energi, pendidikan, perumahan, hilirisasi, serta Makan Bergizi Gratis (MBG).
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300009/original/089493000_1784283677-Untitled_design.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334946/original/033690300_1787906817-cek_fakta_bank_mandiri.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326673/original/065816300_1787032025-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-18T124607.387.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5540003/original/047682600_1774673984-Klaim_nasaruddin_facebook.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314370/original/079383700_1785744557-email-attachment_2026_08_03_ariefhakim-at-klyid_harga-pertamax-turun-ikut-harga-minyak-dunia-bahlil-pastikan-bbm-subsidi-tetap_1000396567.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5184984/original/001805500_1744356237-Prabowo_Subianto.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3441927/original/080733900_1619589140-058834200_1571731165-20191022-Bahlil-Lahadalia-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3929526/original/096494900_1644470631-jesse-schoff-Ph2KtIqKs7c-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349154/original/070984700_1789475303-WhatsApp_Image_2026-09-15_at_7.23.17_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5349953/original/059135700_1757945389-Bapenas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346936/original/048560000_1789222746-WhatsApp_Image_2026-09-12_at_19.50.01.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5010796/original/017006400_1731931573-20241117_084948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3518881/original/000279300_1627027346-karbon_un.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346407/original/065215400_1789134579-WhatsApp_Image_2026-09-11_at_8.17.12_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343729/original/089297500_1788876170-ChatGPT_Image_8_Sep_2026__20.55.32.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345099/original/099922200_1789018436-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_8.12.08_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344539/original/028876300_1788949127-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_15.29.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1527841/original/075874300_1488787214-IMG_1488240797111.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343987/original/026376000_1788929980-toraja_2.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350134/original/096241300_1789564524-email-attachment_2026_09_16_ariefhakim-at-klyid_menkeu-suahasil-buka-suara-soal-perombakan-pegawai-pajak-bea-cukai-dibatalkan_1000444147.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350074/original/066511000_1789556420-PHOTO-2026-09-16-16-12-37.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9327955/original/037598300_1787130432-email-attachment_2026_08_19_ariefhakim-at-klyid_bahlil-godok-larangan-orang-kaya-beli-pertalite-jangan-ambil-hak-rakyat_1000413996.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5560858/original/009005300_1776696828-WhatsApp_Image_2026-04-20_at_20.49.20.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/thumbnails/9349221/original/054980300_1789484169-pg15-reaksi-pasar-0fa171.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/thumbnails/9349219/original/047676700_1789483649-pg15-menkeu-baru-b15695.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/thumbnails/9349217/original/008098200_1789483181-pg15-purbaya-dipecat-d02069.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9348144/original/053834700_1789384005-_82A7036.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9348111/original/003206600_1789382227-IMG_7047.jpg)