DPR: Bullying Dokter Muda Alarm Serius Pelayanan Kesehatan

Nurhadi mengatakan masalah bullying ini tidak bisa diselesaikan hanya dengan imbauan moral.

Diterbitkan 26 Juni 2026, 13:37 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR Nurhadi menilai maraknya bullying terhadap dokter muda oleh seniornya menjadi alarm bagi dunia Kesehatan di Indonesia. Dia tidak ingin rumah sakit sebagai ruang belajar dan mengabdi bagi dokter malah menjadi tempat intimidasi.

“Kalau benar perundungan atau bullying dari senior menjadi keluhan terbesar para dokter, maka ini harus menjadi alarm serius bagi seluruh ekosistem pelayanan kesehatan kita," kata Nurhadi saat dihubungi Liputan6.com, Jumat (26/6/2026)

Nurhadi mengatakan masalah bullying ini tidak bisa diselesaikan hanya dengan imbauan moral. Menurut dia, harus ada perubahan sistem yang bisa melindungi dokter muda ini dari aksi bullying.

"Harus ada perubahan sistem," ujar dia.

Komisi IX DPR akan mendorong perlindungan dokter muda agar bisa bekerja dengan aman dan nyaman. Hal ini karena Indonesia membutuhkan lebih banyak dokter dengan lingkungan pekerjaan yang sehat.

"Jangan sampai generasi dokter yang berkualitas justru kehilangan semangat karena budaya perundungan yang dibiarkan berlangsung bertahun-tahun," tutup politikus NasDem ini.

Menkes Kaget Banyak Dokter Muda Kena Bullying

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin kaget ketika melihat data soal keluhan dokter di Indonesia. Dari data yang didapat keluhan terbanyak dari dokter di Indonesia terkait bullying atau perundungan.

“Yang pertama yang agak mengagetkan saya ternyata paling banyak yang dikeluhkan oleh dokter adalah perundungan,” kata Budi dalam rapat kerja (raker) mengenai perlindungan dan kesejahteraan tenaga medis dan tenaga kesehatan bersama Komisi IX di Jakarta, Kamis (25/6/2026).

Temuan tersebut diperoleh dari berbagai laporan yang masuk terkait perlindungan tenaga medis, mulai dari kasus yang berujung pada sidang di majelis, ancaman fisik, hingga keluhan yang disampaikan melalui media sosial. Dari berbagai laporan tersebut, kasus perundungan menjadi yang paling banyak dikeluhkan dokter.

“Misalnya data sidang di majelis karena dituntut oleh pasien, kemudian yang masuk ke media sosial karena secara fisik terancam, ternyata yang paling banyak adalah yang mengalami perundungan dan ini sebagian besar dari seniornya,” jelas Budi.

Budi mengatakan keluhan atau ketidaknyamanan dokter dalam bekerja diidentifikasi oleh Kemenkes untuk dibereskan satu per satu.