Semarak HUT RI ke-81, Kemenag Ajak 50 Ribu Masjid Bersih-Bersih

Menag mengajak masyarakat menjadikan kegiatan membersihkan masjid sebagai gerakan bersama yang melibatkan seluruh anggota keluarga.

Diterbitkan 11 Agustus 2026, 12:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Agama meluncurkan gerakan Bersih-Bersih Masjid Nasional (Geber Mas) yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia. Gerakan ini secara nasional diikuti lebih dari 50 ribu masjid dan musala di Indonesia.

“Rumah ibadah adalah meeting point antara hamba dengan Tuhan. Bagaimana orang bisa berkonsentrasi dalam ibadah kalau tempatnya kotor, pengap, atau tidak nyaman?” ujar Menteri Agama Nasaruddin Umar, seperti dilansir Antara, Selasa (11/8).

Geber Mas dipusatkan di Masjid Fatahillah, Balai Kota DKI Jakarta. Gerakan tersebut bukan sekadar kerja bakti massal, melainkan upaya membangun kesadaran ekologis melalui rumah ibadah.

Menag menempatkan kebersihan rumah ibadah dalam perspektif yang lebih luas. Ia menyebut masjid bukan sekadar bangunan fisik, melainkan ruang sakral yang menjadi titik perjumpaan manusia dengan Tuhan.

Karena itu, menurut Menag, merawat kebersihan masjid sejatinya merupakan upaya menjaga kehormatan rumah ibadah sekaligus memperkuat kualitas spiritual masyarakat.

Ia menjelaskan konsep kebersihan dalam ajaran agama tidak hanya menyangkut aspek fisik, tetapi juga mencakup kebersihan batin. Namun, kebersihan fisik tetap menjadi prasyarat penting untuk menghadirkan suasana ibadah yang khusyuk.

Imam Besar Masjid Istiqlal itu mengajak masyarakat menjadikan kegiatan membersihkan masjid sebagai gerakan bersama yang melibatkan seluruh anggota keluarga.

Menurutnya, budaya gotong royong membersihkan rumah ibadah perlu dihidupkan kembali agar masjid tidak hanya ramai saat salat, tetapi juga menjadi ruang yang dirawat bersama oleh jamaah.

“Datanglah ke masjid bersama keluarga. Bersihkan karpetnya, toiletnya, lingkungannya, perbaiki yang rusak. Jangan hanya masjidnya yang dibersihkan, tetapi juga selokan dan area di sekitarnya,” kata dia.

 

Rumah Ibadah Berdampak bagi Masyarakat

Menag mengaitkan Geber Mas dengan agenda besar Kementerian Agama dalam membangun rumah ibadah yang berdampak bagi masyarakat.

Ia menegaskan masjid harus berkembang menjadi pusat pemberdayaan umat yang tidak hanya melayani kebutuhan spiritual, tetapi juga sosial, pendidikan, ekonomi, dan kebudayaan.

Direktur Jenderal Bimas Islam Kemenag Abu Rokhmad mengatakan Geber Mas merupakan bagian dari rangkaian kegiatan peringatan Muharam sekaligus implementasi dua program prioritas Menteri Agama, yakni penguatan ekoteologi dan pemberdayaan rumah ibadah.

“Gerakan ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung Indonesia yang bersih, sehat, resik, dan indah. Karena itu, hari ini diikuti lebih dari 50 ribu masjid dan musala di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Ia menegaskan Geber Mas tidak boleh berhenti pada peluncuran semata. Menurutnya, gerakan tersebut harus menjadi budaya baru yang terus dijalankan oleh pengurus masjid, masyarakat, dan terutama para penyuluh agama.

Abu Rokhmad menyebut sejumlah area yang selama ini kerap luput dari perhatian menjadi fokus utama gerakan, seperti toilet, kamar mandi, tempat wudu, saluran air, hingga lingkungan sekitar rumah ibadah.