Polda Metro Dorong Warga Pasang CCTV, Efektif Ungkap Kejahatan Jalanan

Polda Metro Jaya juga menggandeng Pemprov DKI dan Kodam Jaya buat memperketat pengawasan.

Diterbitkan 22 Mei 2026, 11:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Polda Metro Jaya mengimbau warga untuk pasang CCTV demi menekan angka kriminalitas jalanan. Menurut Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imannuddin, kamera pengawas jadi alat penting memburu pelaku kejahatan di Jakarta.

Dia mengatakan, CCTV terintegrasi milik Pemprov DKI selama ini membantu pengungkapan perkara pidana di sejumlah titik.

“Dengan adanya CCTV tersebut, kami dapat mengambil atau memperoleh informasi yang cukup akurat dan signifikan dalam hal pengungkapan setiap peristiwa hukum atau perkara pidana,” kata Iman kepada wartawan, Jumat (22/5/2026).

Polisi kini mendorong warga memasang CCTV mandiri yang bisa terkoneksi dengan sistem pemerintah. Polda Metro Jaya juga menggandeng Pemprov DKI dan Kodam Jaya buat memperketat pengawasan.

Iman mengakui ada lokasi kejahatan yang minim penerangan dan sepi. Meski begitu, sebagian titik masih bisa dipantau lewat kamera pengawas.

“Kami juga melakukan upaya preventif dengan patroli pada daerah rawan gangguan kejahatan,” ucap dia.

Dalam kesempatan itu, Iman juga mengimbau warga menghindari jalan pintas yang sepi saat bepergian malam hari.

"Kami juga mengimbau kepada masyarakat agar menghindari area yang sepi atau tidak biasa digunakan, misalkan karena hanya ingin cepat memotong jalan atau shortcut. Kami sarankan lebih baik sedikit memutar melalui jalan-jalan yang cukup ramai," tandas dia.

 

LBH Jakarta Kritik Tim Pemburu Begal Berpotensi Represif, Ini Respons Polda Metro

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imannuddin, menjawab kritik LBH Jakarta. Ia menegaskan tindakan tegas hanya dipakai buat pelaku begal bersenjata api yang membahayakan warga dan petugas.

Iman juga memastikan, seluruh anggota di lapangan wajib patuh pada aturan hukum dan prosedur kepolisian saat melakukan penindakan.

“Setiap tindakan yang dilakukan penyidik atau tim kami terus berpedoman pada Peraturan Kapolri, KUHAP, KUHP,” kata Iman kepada wartawan, Jumat (22/5/2026).

Iman menegaskan langkah tegas dan terukur tidak dipakai ke semua tersangka. Polisi, kata dia, hanya mengambil tindakan itu saat situasi dinilai mengancam keselamatan masyarakat dan personel.

“Seluruh tersangka yang kami lakukan tindakan tegas dan terukur adalah tersangka yang menggunakan senjata api,” ujarnya.

Menurut Iman, risiko korban sipil menjadi pertimbangan utama saat penangkapan berlangsung. Polisi menghitung ancaman di lokasi sebelum mengambil tindakan terhadap pelaku.

“Hal ini diperhitungkan berdasarkan risiko keselamatan warga masyarakat yang berada di sekitar tempat penindakan atau penangkapan dan keselamatan petugas kami,” ucapnya.

Pernyataan itu menjawab kritik LBH Jakarta. Direktur LBH Jakarta Fadhil Alfathan menilai nama Tim Pemburu Begal membawa nuansa menyeramkan dan berpotensi memicu dampak buruk.

“Kalau ada Tim Pemburu Begal, kemudian dengan nuansa yang menyeramkan, pemburu dan lain sebagainya, kami khawatir ada potensi-potensi dampak buruk terjadi,” kata Fadhil. 

4 Hari Operasi, Tim Pemburu Begal Polda Metro Tangkap 20 Pelaku

Tim Pemburu Begal bentukan Polda Metro Jaya kembali menangkap empat pelaku pencurian dengan kekerasan (begal) yang beraksi di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin mengatakan para pelaku sebelumnya sempat viral di media sosial.

“Sebagaimana kita ketahui, beberapa waktu lalu sempat viral kejadian curas di wilayah Duren Sawit, Rawamangun, Kebon Jeruk, hingga Bekasi. Kami kemudian melakukan pengejaran terhadap para pelaku,” kata Iman saat ditemui di Jakarta, Kamis (22/5/2026).

Iman menjelaskan, dua pelaku sempat mengeluarkan senjata api sehingga Tim Pemburu Begal melakukan tindakan tegas dan terukur.

“Karena sebelumnya pelaku juga pernah melukai korban menggunakan senjata api tersebut, sehingga korban mengalami luka tembak di kaki dan menjalani perawatan di rumah sakit,” ujarnya.

Ia mengatakan kerja sama masyarakat dan kepolisian dibutuhkan untuk menciptakan rasa aman di lingkungan sekitar.

“Tentunya kerja sama yang baik antara masyarakat dan kepolisian akan menghadirkan keamanan yang baik bagi kita semua. Kami akan terus berjuang mewujudkan rasa aman bagi masyarakat di wilayah Jakarta, Bekasi, Tangerang, Depok, dan sekitarnya,” ucap Iman.

Iman menambahkan, hingga hari keempat operasi, Tim Pemburu Begal telah menangkap total 20 pelaku.