Malam Mencekam di Arena Biliar Pringsewu, 2 Pengunjung Ditusuk

Polisi langsung memasang garis polisi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), Minggu (21/6/2026) malam.

Diterbitkan 22 Juni 2026, 18:46 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Keributan berdarah di sebuah arena biliar di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Pringsewu Timur, Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu, Lampung, berujung pada penusukan terhadap dua pengunjung.

Polisi langsung memasang garis polisi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), Minggu (21/6/2026) malam.

Peristiwa tersebut mengakibatkan dua pemuda mengalami luka tusuk serius dan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Sejumlah petugas kepolisian melakukan pemeriksaan menyeluruh dengan mengumpulkan barang bukti serta meminta keterangan dari saksi dan pengunjung yang berada di sekitar lokasi kejadian. Arena biliar juga dipasangi garis polisi untuk kepentingan penyelidikan.

Kapolres Pringsewu, AKBP M. Yunnus Saputra, membenarkan adanya insiden penganiayaan yang terjadi di lokasi tersebut.

"Begitu menerima informasi sekitar pukul 23.30 WIB, petugas langsung menuju lokasi. Di sana memang terjadi keributan antarpengunjung yang berujung pada penusukan menggunakan senjata tajam," kata Yunnus, Senin (22/6/2026).

Menurutnya, kedua korban langsung dievakuasi ke rumah sakit setelah mengalami luka akibat serangan senjata tajam.

"Kedua korban saat ini masih menjalani perawatan medis di rumah sakit," jelasnya.

Korban diketahui bernama Riyan Saputra (24) dan M. Zidane (22), warga Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus. Riyan mengalami luka tusuk terbuka di paha kiri dan bawah ketiak kiri, sedangkan Zidane menderita dua luka tusuk di bagian perut.

Dalam proses olah TKP, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut.

Barang bukti yang disita antara lain tiga stik biliar dalam kondisi rusak serta satu celana jins pendek berwarna biru yang terdapat bercak darah.

 

Dalami Motif

Hingga kini, polisi masih mendalami motif dan penyebab keributan yang berujung pada aksi penusukan tersebut.

Sejumlah saksi telah dimintai keterangan untuk mengungkap kronologi lengkap kejadian.

"Untuk penyebab pastinya masih kami dalami. Dugaan sementara dipicu persoalan pribadi, namun masih terus kami telusuri berdasarkan keterangan saksi dan barang bukti yang ada," jelasnya.

Dia menegaskan pihak kepolisian akan menangani kasus tersebut secara profesional dan mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi terkait peristiwa tersebut.

"Kami meminta masyarakat mempercayakan proses penanganan perkara ini kepada kepolisian. Saat ini seluruh fakta masih kami kumpulkan untuk mengungkap kejadian yang sebenarnya," tandasnya.

Â