Mendikdasmen Bahas Rencana Pelibatan Kantin Sekolah di MBG

Seluruh skema masih perlu dikaji secara mendalam sebelum diterapkan di lapangan.

Diterbitkan 05 Juli 2026, 18:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyebut rencana pelibatan kantin sekolah dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih dalam tahap pembahasan. Pemerintah saat ini masih menyusun mekanisme pelaksanaan bersama Badan Gizi Nasional (BGN) agar program berjalan optimal.

Abdul Mu’ti mengatakan hingga kini belum ada keputusan final terkait peran kantin sekolah maupun bentuk layanan lainnya dalam distribusi MBG. Menurutnya, seluruh skema masih perlu dikaji secara mendalam sebelum diterapkan di lapangan.

“Jadi belum ada keputusan soal bagaimana nanti kantin dan berbagai pelayanan lainnya. Agar MBG berjalan dengan baik, tentu semua harus melalui pengkajian yang mendalam,” kata Abdul Mu’ti di Yogyakarta, Minggu (5/7/2026).

Dia menjelaskan, salah satu hasil rapat tingkat menteri yang sudah disepakati adalah terkait sasaran penerima manfaat MBG. Program tersebut tidak akan diberikan kepada seluruh siswa, melainkan difokuskan pada mereka yang benar-benar membutuhkan.

“Yang sudah diputuskan dalam rapat tingkat menteri adalah penerima MBG ini nanti tidak untuk semuanya, tetapi hanya untuk yang memerlukan,” ujarnya.

Mekanisme Masih Disusun

Meski begitu, mekanisme penyaluran bantuan tersebut masih terus disusun agar pelaksanaannya tepat sasaran. Abdul Mu’ti menegaskan, kebijakan teknis menjadi kewenangan BGN, sementara Kemendikdasmen berperan memberikan masukan dalam pelaksanaannya.

Dia menambahkan, tujuan utama program MBG adalah mendukung pembentukan generasi sehat dan bebas stunting, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Karena itu, penyaluran program dinilai perlu benar-benar menyasar kelompok yang membutuhkan.

“Jadi memang ya lebih tepat siapa yang paling berhak menerima itu yang dilayani,” katanya.

Selain aspek pemenuhan gizi, Abdul Mu’ti menegaskan MBG juga dikaitkan dengan penguatan pendidikan karakter siswa di sekolah. Program tersebut menjadi bagian dari tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, khususnya pembiasaan makan sehat dan bergizi.

“Kami sudah menerbitkan berbagai panduan mengenai bagaimana pendidikan karakter terintegrasi dengan MBG,” ujarnya, dikutip dari Antara.

Kemendikdasmen, lanjutnya, terus berkoordinasi dengan BGN dan menunggu kebijakan teknis lanjutan terkait pelaksanaan program tersebut di lapangan.