Jalan Assirot Ambles Lagi, Lubang 2,5 Meter Menganga

Tidak ada korban akibat jalan ambles tersebut.

Diterbitkan 07 Juli 2026, 20:24 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Jalan Assirot, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, kembali ambles. Petugas Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) sudah diterjunkan untuk melakukan pemeriksaan dan perbaikan.

"Petugas dari SDA tadi sudah ke sana untuk lakukan penanganan. Sampai sekarang, belum diidentifikasi penyebab amblesnya jalan itu," kata Camat Kebon Jeruk, Agus Mulyadi, Selasa (7/7/2026).

Agus memastikan tidak ada korban akibat kejadian tersebut. Namun, untuk memperlancar proses perbaikan, sebagian badan Jalan Assirot ditutup sementara.

Akibat penutupan tersebut, kendaraan yang melintas harus bergantian menggunakan satu lajur jalan. Meski begitu, kondisi lalu lintas di sekitar lokasi masih terpantau lancar dan belum menimbulkan kemacetan signifikan.

Di lokasi, petugas terlihat memperlebar lubang amblas yang memiliki kedalaman sekitar 2,5 meter. Langkah tersebut dilakukan untuk memudahkan proses pemeriksaan dan perbaikan saluran.

Sejumlah perlengkapan pekerjaan juga telah dipasang, termasuk spanduk bertuliskan, "Mohon Maaf Ada Kegiatan Pekerjaan Saluran".

Ada Kabel

Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) Suku Dinas SDA Kebon Jeruk, Prapto mengatakan, Jalan Assirot ambles berulang sejak pemasangan instalasi listrik bawah tanah.

"Jadi dari 2023 itu sering sekali ambles. Nanti lokasinya berpindah lagi, berpindah lagi," kata Prapto, dikutip dari Antara.

Prapto mengatakan, di sekitar lokasi jalan yang mengalami kerusakan terdapat kabel tanam bertegangan tinggi milik PLN. Keberadaan kabel tersebut membuat proses penanganan harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian.

"Pihak PLN pernah pasang kabel tegangan tinggi 150 kv (kilovolt). Letaknya di saluran itu (bekas ambles), entah di bawah atau di sampingnya," ucap Prapto.

Menurut dia, kabel bertegangan tinggi dengan kapasitas 150 kv itu menjadi salah satu pertimbangan dalam proses perbaikan. Petugas harus memastikan pekerjaan tidak mengganggu jaringan listrik maupun membahayakan keselamatan.

"Jadi kemungkinan pekerjaan kita enggak bisa cepat selesainya, karena di situ ada kabel tegangan tinggi, sehingga kita harus hati-hati juga," ujar Prapto.