Liputan6.com, Jakarta - Dokter spesialis bedah plastik, Parintosa Atmodiwirjo, mengungkap aktivis KontraS Andrie Yunus sempat menjalani perawatan panjang setelah penyiraman air keras. Korban baru beralih ke rawat jalan sekitar pertengahan April.
Hal itu diungkap Parintosa Atmodiwirjo saat hadir dipemeriksan ahli dalam sidang yang digelar di Pengadilan Militer II-08 Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Parintosa mengatakan Andrie sempat dirawat karena luka yang dialami masih luas. Perawatan berubah setelah kondisi luka mulai membaik.
Advertisement
“Saudara AY sudah rawat jalan. Yang bersangkutan ketika memang ada fase panjang dirawat, karena lukanya masih luas,” ujar Parintosa.
Dokter lalu membuka catatan medis untuk memastikan waktu kepulangan korban dari rumah sakit. Dari data yang dibacanya, Andrie Yunus diperkirakan selesai menjalani rawat inap sekitar 15 April.
“Izin sekitar 15 April,” ujar Parintosa.
"16 April rawat jalan," dia menambahkan.
Setelah itu, Andrie menjalani kontrol lanjutan di poliklinik. Parintosa menyebut korban datang kembali untuk tindakan medis lanjutan, termasuk operasi.
“Kontrolnya setelah rawat jalan di tanggal 18,” ujar dia.
Dokter Ungkap Alasan Andrie Yunus Belum Bisa Hadir di Persidangan
Dokter Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) mengungkap alasan aktivis KontraS Andrie Yunus belum dapat dihadirkan ke Pengadilan Militer II-08 Jakarta. Bukan tanpa alasan, korban dinilai masih rentan infeksi dan sedang menjalani tahap tandur kulit.
Hal itu diungkap oleh dokter spesialis mata Faraby Martha saat dihadirkan menjadi ahli di sidang lanjutan, Rabu (20/5/2026).
Menurut dia, kondisi mata Andrie masih dalam penanganan intensif. Korban masih memakai obat tetes dan antibiotik untuk mencegah infeksi.
“Yang paling kami takutkan adalah risiko infeksi apabila pasien ini menjalani suatu aktivitas, terutama aktivitas di wilayah hukum yang banyak orang hadir,” kata Faraby, Rabu (20/5/2026).
Sementara itu, dokter spesialis bedah plastik Parintosa Atmodiwirjo menambahkan, kulit korban masih dalam proses tandur kulit. Pada fase itu, pasien harus membatasi gerak ketat.
“Tandur kulit itu harusnya tidak bisa bergerak. Jadi kalau dia bergerak seperti menanam rumput, ketika rumputnya digeser, lepas kembali akarnya,” ucap Parintosa.
Meski begitu, saat dicecar penasihat hukum, Parintosa memastikan Andrie tetap dalam kondisi sadar penuh. Dokter juga membuka peluang korban hadir di sidang.
“Dari saya ada kemungkinan,” katanya saat ditanya apakah Andrie bisa dihadirkan di persidangan.
Advertisement
Terdakwa Merasa Diuntungkan
Penasihat hukum terdakwa mengatakan ketidakhadiran Andrie Yunus di persidangan justru menguntungkan pihaknya. Meski demikian, mereka tetap sepakat bahwa sidang harus mencari kebenaran materiil.
“Kalau dari kami tentu sangat menguntungkan kami. Tapi tentu kembali lagi kita akan cari yang kita harapkan kebenaran materill,” kata penasihat hukum terdakwa di Pengadilan Militer Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Hakim Ketua Kolonel Chk Fredy Ferdian mengaku kesulitan lantaran korban kembali tidak hadir dalam persidangan. Hakim menilai kesaksian Andrie Yunus penting untuk membongkar dugaan teror. Hakim juga merasa perlu melihat tingkat luka akibat serangan para terdakwa.
“Kita tidak bisa menggali tentang apa yang dirasakan oleh Saudara AY. Bagaimana setelah itu dampaknya apa? Kita mau lihat lukanya di mana? Apakah luka berat, apakah luka ringan, apakah parah apakah cacat apakah ini,” kata Hakim Ketua Kolonel Chk Fredy Ferdian.
Di sisi lain, Oditur mengakui gagal menemui Andrie Yunus di RSCM. Oditur mengatakan korban belum bisa dikunjungi usai menjalani operasi pencangkokan kulit.
“Pasca operasi memang belum pulih, belum boleh dikunjungi. Karena apabila saudara Andrie Yunus ini dikunjungi, kemudian bergerak maka operasi pencangkokan kulit akan gagal,” ujar Oditur.
Oditur hanya mendapat penjelasan dari tim humas RSCM dan kuasa hukum korban. Andrie masih harus istirahat total pasca operasi.
“Dan dijawab bahwa pasca operasi saudara Andrie Yunus harus istirahat total. Dan sedikit sekali bergerak,” lanjut Oditur.
Hakim merasa perlu mendalami dugaan teror sebelum penyiraman terjadi. Hakim Ketua Fredy menyebut dugaan ancaman hingga pembuntutan terhadap Andrie belum bisa dibuktikan tanpa kesaksian korban di ruang sidang.
“Apakah Saudara AY itu ada teror atau ada hal yang mencurigakan sebelum kejadian itu? Apakah ada yang pernah mengancam? Apakah ada yang mengawasi dia? Apakah sebelum kejadian itu ada yang membuntuti dia?” ujar hakim.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5344257/original/055252700_1757482470-WhatsApp_Image_2025-09-10_at_11.23.02.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287484/original/056615100_1783229292-bansos_pkh_bpnt.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287416/original/074940600_1783225116-cek_fakta_sandiaga.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5580034/original/026197700_1778124608-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-05-07T102932.008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6377373/original/045356700_1779252475-IMG_8394__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3594220/original/032588200_1633508023-peristiwa-5-oktober-lahirnya-tentara-nasional-indonesia-begini-sejarahnya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287948/original/075704800_1783254081-AP26185782516118.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287278/original/006462200_1783206952-pra7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8397156/original/089293200_1782278283-AP26174690236290.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257144/original/052940400_1781226984-javier-aguirre.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5245839/original/084355000_1749414399-lamine_yamal_bernardo_silva_portugal_spanyol_UNL_090625_ap_michael_probst.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264240/original/068596200_1782101163-tunisia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287279/original/022281700_1783206952-pra8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261544/original/016069100_1781743382-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257143/original/047056400_1781226984-mexico-city-stadium.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8450010/original/046935500_1782346255-063_2283182603.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260740/original/033303400_1781654609-063_2281951293.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8452334/original/003376600_1782349228-ney.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9111028/original/007831400_1783052629-IMG-20260703-WA0035.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7687837/original/062556100_1780484808-0L5A9215.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7760053/original/015473900_1780569649-IMG_1768.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261359/original/027652100_1781697976-WhatsApp_Image_2026-06-17_at_18.59.09__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8948654/original/093090600_1782969498-1000364276.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8596205/original/024918400_1782567283-5-anggota-OPM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8430043/original/003749400_1782319438-1001465798.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5282449/original/090034000_1752476049-photo_2025-07-12-18.23.13.jpeg)