Bantuan Pascabencana Disalurkan Bertahap, Tito Ungkap Kendala Pendataan

Banyak warga terdampak tersebar hingga ke wilayah terpencil, sehingga verifikasi data membutuhkan waktu.

Diterbitkan 07 Mei 2026, 21:24 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera menegaskan penyaluran bantuan bagi penyintas bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus dilakukan secara bertahap. Langkah ini diambil agar bantuan dapat segera diterima warga tanpa harus menunggu seluruh proses pendataan selesai.

Kasatgas PRR Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian mengatakan pola bertahap tersebut dipilih karena kondisi lapangan membuat pendataan korban berlangsung lebih lama. Banyak warga terdampak tersebar hingga ke wilayah terpencil, sehingga verifikasi data membutuhkan waktu.

Dia menjelaskan, jika penyaluran bantuan harus menunggu pendataan rampung sepenuhnya, maka pemulihan masyarakat justru akan terhambat. Rumah-rumah yang rusak ringan dan sedang dikhawatirkan semakin parah karena tidak segera diperbaiki.

“Kalau menunggu pendataan pemda selesai karena korban terdampak tersebar luas, maka pendataan akan sangat lamban. Yang terjadi rumah rusak ringan dan sedang akan makin rusak karena tidak diperbaiki sambil menunggu bantuan turun dari pusat,” kata Tito, Kamis (7/5/2026).

Menurut Tito, pemerintah pusat hanya dapat menyalurkan bantuan tunai setelah data dari pemerintah daerah diverifikasi oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Karena itu, penyaluran dilakukan secara bertahap sesuai data yang sudah tersedia dan tervalidasi.

“Makanya saya putuskan bantuan diberikan bertahap. Mana data warga terdampak yang sudah ada dari pemda segera diverifikasi BPS dan langsung disalurkan bantuannya baik oleh BNPB maupun Kementerian Sosial,” ujarnya.

 

Pemda Diminta Perbarui Data Warga

Dia menambahkan, pemerintah daerah tetap diberi ruang untuk memperbarui data apabila masih ada warga yang belum terdata sebagai penerima bantuan. Data tambahan tersebut akan kembali diverifikasi sebelum bantuan disalurkan.

“Kalau ada lagi yang terlewat oleh pemda, silakan usulkan lagi, diverifikasi lagi oleh BPS, kemudian disalurkan lagi bantuan BNPB dan Kemensos,” kata Tito.

Tito menegaskan, kebijakan penyaluran bertahap ini dilakukan untuk mempercepat pemulihan masyarakat agar bantuan segera dirasakan di lapangan. Dia juga menyebut banyak warga sudah menunggu bantuan karena kondisi terdampak yang cukup berat.

Berdasarkan data Satgas PRR, bantuan yang telah disalurkan mencakup jaminan hidup, bantuan isi hunian, stimulasi ekonomi, perbaikan rumah rusak ringan dan sedang, serta Dana Tunggu Hunian bagi para penyintas bencana.