BPS Diberi Tenggat Dua Minggu Perbaiki Data Desil

Ini demi memastikan bantuan tepat sasaran.

Diterbitkan 02 September 2026, 17:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

 

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Ketua Komisi X DPR, Lalu Hadrian Irfani mendesak Badan Pusat Statistik (BPS) mempercepat proses perbaikan data desil masyarakat yang diajukan melalui kanal sanggah.

"Target untuk perbaikan desil ini kami tadi menyampaikan agar maksimal 2 minggu harus tuntas ketika masyarakat kita mengajukan sanggah desil tersebut melalui kanal-kanal yang sudah disiapkan oleh BPS RI," kata dia di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (2/9/2026).

Menurut Lalu, masyarakat yang merasa data desilnya tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya harus mendapat kesempatan untuk melakukan perbaikan dengan proses yang cepat.

"Banyak kebutuhan masyarakat kita yang tentunya berhubungan dengan desil. Seperti bantuan-bantuan yang harusnya diterima, tetapi karena desilnya bermasalah akhirnya tidak diterima," jelas dia.

Selain percepatan proses sanggah, Komisi X meminta BPS melakukan pemutakhiran data serta menjelaskan kepada masyarakat sumber data yang digunakan dalam menentukan desil.

Hal tersebut juga dinilai penting bagi calon penerima beasiswa Program Indonesia Pintar Pendidikan Tinggi (PIP Dikti) atau KIP Kuliah.

"Nah, ini butuh proses waktu yang cepat, tidak perlu berlama-lama, dan BPS sudah setuju," kata Lalu.

 

Banyak Program Belum Terakomodasi

Dalam rapat bersama BPS, Komisi X DPR juga membahas anggaran lembaga tersebut untuk 2027.

Lalu menyebut BPS memperoleh anggaran lebih dari Rp 6,4 triliun yang telah tercantum dalam Nota Keuangan.

Namun, menurut dia, masih terdapat sejumlah program prioritas yang belum terakomodasi dalam anggaran tersebut.

Karena itu, Komisi X menilai perlu ada tambahan anggaran agar program-program prioritas BPS dapat dilaksanakan pada 2027.

Komisi X juga membahas penguatan fungsi dan kewenangan BPS, terutama setelah lembaga tersebut mendapat mandat untuk mengelola Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional.