1.891 Puskesmas Disiapkan Hadapi Kebakaran Hutan

Langkah ini untuk memastikan penanganan kesehatan optimal dengan obat-obatan lengkap di Puskesmas.

Diterbitkan 02 September 2026, 10:28 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyiapkan langkah untuk mengantisipasi dampak kesehatan akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Selain melakukan pencegahan, Kemenkes juga menyiagakan ribuan fasilitas pelayanan kesehatan di wilayah terdampak.

"Promotif dan preventif kita lakukan edukasi dan promosi. Pengurangan risiko krisis kesehatan akibat karhutla kepada masyarakat terus kita galakkan," kata Plt Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Dirjen P2P) Kemenkes Andi Saguni di Gedung BNPB, Jakarta, Selasa 1 September 2026.

Dia menyebut, langkah preventif ini diperkuat dengan sistem surveillance atau pemantauan penyakit yang ketat.

"Kemenkes juga melakukan pengawasan terhadap kualitas udara melalui indeks ISPU untuk melihat korelasinya dengan peningkatan kasus ISPA di lapangan. Sebagai bentuk kewaspadaan, surat edaran telah diterbitkan dan ditujukan kepada seluruh Dinas Kesehatan serta fasyankes di daerah," terang Andi.

Terkait kesiapan infrastruktur medis, dia memaparkan, ribuan Puskesmas kini telah dalam posisi siaga, lengkap dengan ketersediaan obat-obatan.

"Kami sudah menyiapkan pos pelayanan kesehatan termasuk obat-obatannya di seluruh Puskesmas di daerah kejadian yakni 1.891 Puskesmas," terang dia.

 

Siapkan Bantuan Logistik Kesehatan

Tak hanya itu, lanjut Andi, Kemenkes juga memobilisasi bantuan logistik berupa oksigen konsentrator, tabung oksigen, hingga masker khusus untuk masyarakat.

Dia pun mengingatkan pentingnya penggunaan masker yang tepat untuk menyaring partikel berbahaya dari asap kebakaran.

"Maskernya pun ini kita rekomendasikan N95 karena bisa menyaring partikulat metal atau PM 2,5," ucap Andi.

Selain itu menurut Andi, Kemenkes juga telah menyiapkan 360 rumah sakit rujukan dan 87 laboratorium kesehatan masyarakat (Labkesmas).

"Kita juga menyiapkan rumah sakit rujukan sebanyak 360. Menyiapkan laboratorium kesehatan masyarakat (labkesmas) sebanyak 87 untuk pengujian kualitas udara terutama dan juga pemeriksaan-pemeriksaan terkait dengan keadaan kesehatan dari pasien," papar dia.

Selain itu, lanjut Andi, layanan kedaruratan Public Safety Center (PSC) 1119 serta tenaga cadangan kesehatan di tingkat kabupaten/kota juga telah diaktifkan.

"Upaya penanggulangan dampak kesehatan ini juga kami optimalkan melalui webinar, sosialisasi, hingga pemantauan lapangan di lokasi terdampak karhutla," kata dia.

Andi menegaskan, Kemenkes juga terus melakukan usaha maksimal, khususnya mengoptimalkan pemantauan lapangan di lokasi terdampak karhutla.

"Termasuk pembagian masker, pengecekan kesediaan obat-obatan terutama itu juga. Jadi kalau asma tentunya ada obat asma juga di puskesmas, di rumah sakit harus tersedia dan lain sebagainya, dan juga oksigen di fasilitas pelayanan kesehatan," pungkas Andi.