Job Fair Jakarta Diminta Lebih Efektif Tekan Pengangguran

Efektivitas Job Fair Jakarta perlu dievaluasi Pemprov DKI untuk memastikan dampak signifikan pada penurunan angka pengangguran.

Diterbitkan 01 September 2026, 17:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Anggota DPRD DKI Jakarta August Hamonangan meminta Pemprov DKI mengevaluasi efektivitas pelaksanaan job fair untuk semakin menekan angka pengangguran di ibu kota.

Diketahui, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung sempat menyampaikan bahwa pengangguran terbuka di Jakarta menurun 0,15 poin menjadi 6,03 persen pada Februari 2026.

"Saya berharap job fair-job fair seperti ini dapat berdampak optimal," kata Agusut di Jakarta, Selasa (1/9/2026).

Politikus PSI ini menjelaskan, pelaksanaan job fair perlu diukur berdasarkan hasil yang diperoleh masyarakat, bukan hanya dari terselenggaranya kegiatan. Salah satunya dengan melihat jumlah pencari kerja yang mengikuti kegiatan hingga akhirnya diterima bekerja.

"Perlu dikawal juga kelanjutan dari acara itu. Apakah setelah menghadirinya, ada warga kita yang memperoleh pekerjaan-pekerjaan baru dan seberapa banyak," ungkap dia.

Menurut August, evaluasi tersebut penting agar job fair tidak berhenti sebagai kegiatan yang mempertemukan pencari kerja dan perusahaan.

"Tetapi tidak berdampak signfiikan bagi masyarakat yang mencari pekerjaan," jelas dia.

 

 

Ikut Dorong UMKM

Selain penyerapan tenaga kerja melalui perusahaan, August mendorong pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam kegiatan job fair.

Dia berujar bahwa perkembangan UMKM berpotensi menciptakan lapangan pekerjaan baru.

"Saya juga ingin agar acara ini diiklankan semaksimal mungkin karena ada teman-teman UMKM yang akan berjualan di bazaarnya. Kalau ramai, itu pasti akan mendorong UMKM kita dan memungkinkan mereka memperluas usahanya," katanya.