Komisi IX Usul Dapur MBG Dikembalikan ke Sekolah, Ini Alasannya

Distribusi makanan yang panjang serta waktu tunggu yang terlalu lama dapat meningkatkan risiko keracunan.

Diterbitkan 14 Agustus 2026, 20:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Ketua Komisi IX DPR Charles Honoris mendukung arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperbaiki program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna meningkatkan keamanan pangan bagi penerima manfaat.

"Saya kembali mendorong agar konsep dan desain dari program ini kembali diformulasi ulang, seperti dengan tidak lagi menggunakan dapur yang sentralistis, tetapi kembalikanlah dapur ke sekolah," kata Charles di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8), seperti dilansir Antara.

Charles menilai perbaikan pelaksanaan MBG penting untuk memastikan keamanan pangan bagi penerima manfaat sekaligus menekan risiko keracunan yang diduga berkaitan dengan penyelenggaraan program tersebut.

Menurut dia, kajian para ahli gizi dan pangan menunjukkan bahwa distribusi makanan yang panjang serta waktu tunggu yang terlalu lama dapat meningkatkan risiko keracunan.

Jeda waktu yang terlalu panjang, kata Charles, dapat meningkatkan risiko kontaminasi dan perkembangan bakteri pada makanan yang disajikan kepada penerima manfaat.

Karena itu, ia mengusulkan agar dapur MBG dikembalikan ke sekolah sehingga makanan dapat langsung dinikmati siswa setelah selesai dimasak.

Charles berharap program MBG terus disempurnakan agar kualitas dan keamanan pangan yang disajikan tetap terjaga demi kesehatan penerima manfaat.

 

Perbaikan dan Efisiensi

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPD dan DPR Tahun 2026 menegaskan pemerintah tetap melanjutkan program MBG dengan perbaikan dan efisiensi.

"Saya bertekad teruskan program MBG dengan perbaikan, dengan efisiensi," kata Prabowo.

Presiden mengatakan pembangunan manusia menjadi bagian penting bagi masa depan Indonesia dan harus dimulai dari pemenuhan kebutuhan dasar, terutama gizi.

Menurut Prabowo, program MBG bertujuan mengatasi persoalan gizi buruk yang prevalensinya di sejumlah daerah masih mencapai 25 persen.

Karena itu, pemerintah akan terus menjalankan program MBG dengan melakukan perbaikan sekaligus meningkatkan efisiensinya.