Harapan Parpol ke Kapolri Baru Suyudi Ario Seto

Parpol berharap institusi kepolisian makin netral, berintegritas, dan fokus pada kepentingan seluruh rakyat.

Diterbitkan 01 Oktober 2026, 16:27 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo pada Kamis (1/10/2026).

Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, pergantian tersebut menjadi momentum memperkuat supremasi hukum dan reformasi Polri. Menurut dia, pergantian pucuk pimpinan Polri tidak boleh hanya dimaknai sebagai pergantian figur, tapi untuk memperkuat profesionalitas, integritas dan netralitas institusi kepolisian.

"Polri harus menjadi alat negara, bukan alat kekuasaan. Netralitas, profesionalitas, dan integritas Polri harus diperkuat kembali," kata dia.

Hasto meminta reformasi Polri dilanjutkan dan diperkuat. Dia menyebut sejumlah agenda, antara lain independensi penyidikan dan penegakan hukum, transparansi penanganan perkara, pemberantasan pungutan liar dan praktik transaksional, serta perlindungan hak asasi manusia dan demokrasi.

"Yang juga sangat penting adalah menjawab harapan publik agar Polri tidak digunakan untuk kepentingan politik praktis. Institusi kepolisian harus berdiri untuk seluruh rakyat Indonesia dan bekerja berdasarkan hukum serta konstitusi," jelas dia.

Sementara, Juru Bicara Partai Gerindra, Sugiat Santoso berharap dengan Suyudi bisa membuat Polri semakin dekat dengan masyarakat.

"Pak Kapolri yang baru membawa harapan baru dan optimisme baru terkait dengan kinerja kepolisian ke depan. Kita sangat yakin dan percaya bahwa Pak Suyudi bisa membawa keberadaan institusi Polri dekat bersama rakyat, hadir di tengah-tengah rakyat," tutur dia.

Menurut Sugiat, kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya dibutuhkan dalam penegakan hukum.

"Tapi memberikan rasa keadilan di tengah-tengah masyarakat," jelas dia.

Sugiat juga berharap Suyudi melanjutkan tugas dan program yang telah berjalan di era Listyo Sigit Prabowo. Dia mencontohkan keterlibatan Polri dalam mendukung program Prabowo.

"Kemarin kan banyak juga institusi Polri terlibat dalam bagaimana menyukseskan ketahanan pangan, bagaimana menyukseskan program-program prioritas lainnya, kita berharap itu dilanjutkan," jelas dia.

PKB dan PKS

Ketua Fraksi PKB DPR Jazilul Fawaid mengatakan, pergantian Kapolri diharapkan membawa semangat baru bagi Polri.

"Kami optimistis dengan tema yang beliau sampaikan, yakni Polri bersama rakyat. Ini menunjukkan komitmen untuk menghadirkan Polri yang semakin dekat dengan masyarakat, mampu melindungi dan mengayomi, serta cepat dalam merespons dan menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat," kata Jazilul di Kompleks Parlemen, Senayan, Kamis.

Politikus PKS, Habib Aboe Bakar Alhabsyi juga mengapresiasi visi dan misi yang disampaikan Suyudi. Menurut dia, pengalaman dan rekam jejak Suyudi dapat menjadi modal untuk memperkuat pembenahan internal Polri dan meningkatkan kepercayaan masyarakat.

Habib juga menyoroti pengalaman Suyudi saat memimpin BNN. Menurutnya, pengalaman tersebut dapat memperkuat sinergi Polri dan BNN dalam menangani persoalan narkotika, termasuk membedakan penanganan terhadap pengedar dan pengguna.

"Kita perlu memastikan bahwa jaringan pengedar dan bandar narkoba mendapatkan penindakan hukum yang tegas, sementara pengguna yang memang membutuhkan rehabilitasi dapat memperoleh penanganan yang tepat," jelas dia.