4 Jam Mengerikan Bocah Terjebak di Lubang Proyek

Meski sempat dievakuasi dalam kondisi hidup, nyawa korban tidak tertolong saat dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Diterbitkan 29 Juni 2026, 10:28 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bocah berinisial I (4) meninggal dunia setelah terjebak selama sekitar empat jam di dalam lubang proyek pembangunan lapangan multifungsi di kawasan Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan. Meski sempat dievakuasi dalam kondisi hidup, nyawa korban tidak tertolong saat dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Kapolsek Tebet AKP Ischak mengatakan, korban berhasil dikeluarkan dari lubang setelah proses penyelamatan yang berlangsung selama kurang lebih empat jam. Namun, kondisinya terus menurun hingga akhirnya meninggal dunia.

"Kondisi korban balita tidak tertolong," kata Ischak kepada wartawan, Minggu (29/6/2026).

Kepala Sektor Tebet Sudin Gulkarmat Jakarta Selatan Kusnanto menambahkan, saat dievakuasi korban masih menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Petugas kemudian langsung membawanya ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

"Anggota saya yang melakukan evakuasi dan juga disaksikan oleh warga setempat, masih kondisi hidup. Jadi tidak tertolongnya dalam perjalanan ke rumah sakit," ujar Kusnanto.

Kronologi Bocah Terperosok ke Lubang

Peristiwa itu terjadi pada Minggu dini hari ketika polisi menerima laporan adanya seorang anak yang terperosok ke dalam lubang proyek di Taman RW 04, Jalan Manggarai Utara II, Kelurahan Manggarai, Kecamatan Tebet.

Saat kejadian sekitar pukul 23.40 WIB, korban diketahui sedang bermain bersama teman-temannya di sekitar area proyek. Korban kemudian terjatuh ke dalam lubang sedalam sekitar 3,5 hingga 4 meter dengan diameter sekitar 30 x 30 sentimeter.

Teman-teman korban segera meminta pertolongan kepada petugas Pos Komando Taktis (Poskotis) Manggarai. Laporan tersebut diteruskan ke Polsek Tebet yang langsung mendatangi lokasi.

Petugas sempat berupaya mengevakuasi korban secara manual dengan menurunkan personel bertubuh kecil ke dalam lubang. Namun, upaya itu gagal karena ukuran lubang yang sangat sempit serta kondisi korban yang mengalami trauma.

Tim kemudian berkoordinasi dengan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat), Puskesmas Tebet, RSUD Tebet, dan mengerahkan dua unit ekskavator untuk menggali tanah secara hati-hati. Polisi juga memasang garis polisi agar proses penyelamatan tidak terganggu kerumunan warga.

Sekitar pukul 03.55 WIB, korban akhirnya berhasil dievakuasi dan langsung dilarikan ke RSCM. Namun, dalam perjalanan menuju rumah sakit, nyawa bocah tersebut tidak dapat diselamatkan. Hingga kini, polisi masih menyelidiki penyebab korban bisa terjatuh ke dalam lubang proyek tersebut.