Rangkaian Peristiwa Sebelum Tabrakan Maut Argo Anggrek vs KRL di Bekasi

Dudy mengungkap, KRL Commuter Line 5568A relasi Jakarta-Cikarang memang sudah mengalami keterlambatan, sebelum tiba di Stasiun Bekasi Timur

Diterbitkan 21 Mei 2026, 16:16 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi membeberkan kronologi sebelum tabrakan maut antara KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026). Dudy mengungkapkan, insiden tersebut diawali oleh kerumunan warga di sekitar lokasi kejadian.

Kerumunan tersebut muncul setelah sebuah taksi mogok dan tertemper KRL relasi Cikarang–Jakarta di perlintasan sebidang JPL 85. Akibat kerumunan massa yang berkumpul di jalur tersebut, KRL yang berada di lokasi sempat terhenti sebelum akhirnya dihantam oleh KA Argo Bromo Anggrek.

“Timbul kerumunan di mana warga melihat lokasi kecelakaan tersebut atau temperan tersebut,” ujar Dudy dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI, Kamis (21/5/2026).

Dudy mengatakan, KRL Commuter Line 5568A relasi Jakarta–Cikarang memang sudah mengalami keterlambatan sebelum tiba di Stasiun Bekasi Timur pada pukul 20.49 WIB.

“Kereta tersebut sempat berangkat, namun terhenti atau berhenti karena adanya kerumunan di depan untuk melihat kejadian temperan tersebut,” kata dia.

Setelah KRL berhenti, KA Argo Bromo Anggrek melintasi Stasiun Bekasi pada pukul 20.51 WIB atau lebih cepat tiga menit dari jadwal dengan kecepatan mencapai 108 kilometer per jam.

“Tumburan terjadi pada jam 20.52,” kata Dudy.

Dudy menjelaskan rangkaian kejadian bermula ketika KA Commuter Line 5568A tiba lebih awal satu menit di Stasiun Bekasi pada pukul 20.34 WIB. Sementara KA Sawunggalih 116B tiba pukul 20.35 WIB dalam kondisi terlambat lima menit dan diberangkatkan kembali pukul 20.37 WIB.

“KA Sawunggalih melintas Stasiun Bekasi Timur pukul 20.39,” kata Dudy.

 

Taksi Mogok

Selanjutnya, berselang beberapa menit kemudian taksi mogok di tengah rel perlintasan sebidang JPL 85. Dan pada pukul 20.48 WIB, KA 5181B relasi Cikarang-Jakarta melintas dan tertemper dengan kendaraan tersebut.

“Insiden itu kemudian memicu kerumunan warga di sekitar lokasi,” kata dia.

Meski demikian, Kementerian Perhubungan menyatakan pihaknya masih menunggu hasil investigasi resmi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan tersebut.

“Kementerian Perhubungan menghormati proses investigasi yang saat ini masih berlangsung oleh KNKT, dan mendukung pelaksanaannya secara independen, profesional, serta transparan,” ujar dia.