Wajah Diubah Lewat Operasi Plastik, Bos Narkoba Pak Cik Kini Diburu Red Notice

Bareskrim Polri mengajukan Red Notice terhadap Pak Cik Hendra, dengan perkiraan wajah terbaru setelah operasi plastik.

Diterbitkan 20 Mei 2026, 14:49 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bareskrim Polri mengajukan status Red Notice terhadap DPO Lukmanul Hakim alias Pak Cik Hendra alias Pak Haji. Dia diduga merupakan bandar narkoba internasional Malaysia-Indonesia, termasuk pengendali jaringan Andre Fernando alias The Doctor.

"Mengajukan permohonan penerbitan Red Notice melalui Divhubinter Polri terhadap Lukmanul Hakim alias Pak Cik Hendra alias Pak Haji," kata Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso kepada wartawan, Rabu (20/5/2026).

Selain mengajukan Red Notice, Polri juga meminta bantuan kepada Polisi Diraja Malaysia (PDRM) untuk membantu melakukan pengejaran.

"Mengirimkan surat permohonan bantuan penangkapan secara police-to-police kepada PDRM Malaysia terhadap Lukmanul Hakim alias Pak Cik Hendra alias Pak Haji," jelas dia.

Eko menjelaskan, Pak Cik merupakan warga Aceh yang berdomisili di Malaysia dan diduga telah berpindah kewarganegaraan menjadi warga negara Saint Kitts and Nevis. Dia juga merupakan DPO Badan Narkotika Nasional (BNN) terkait perkara Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Buronan kelas kakap tersebut telah mengubah bentuk fisiknya secara drastis. Langkah ini diduga sengaja dilakukan pelaku agar identitas aslinya tidak lagi dikenali oleh petugas di lapangan.

"Terakhir kali bertemu dengan Lukmanul Hakim alias Hendra alias Pak Haji pada tahun 2024, yang bersangkutan diduga telah melakukan operasi plastik pada bagian wajah sehingga terdapat perbedaan dengan foto yang ditunjukkan oleh penyidik," kata Eko.

 

Peran Pak Cik

Pak Cik memiliki peran yang sangat sentral dalam jaringan penyelundupan narkoba internasional Malaysia–Indonesia. Ia menjadi aktor utama di balik peredaran barang haram yang melibatkan sejumlah kaki tangan di tanah air.

"Lukmanul Hakim alias Hendra alias Pak Haji diduga berperan sebagai pengendali peredaran narkotika pada jaringan Andre Fernando alias The Doctor," ungkap Eko.

Bisnis gelap yang dijalankan oleh Pak Cik ini juga menghasilkan perputaran uang yang sangat fantastis. Berdasarkan hasil analisa transaksi perbankan pada empat rekening tampungan yang digunakan sindikatnya sejak akhir 2018 hingga Maret 2026, nilai transaksinya menembus angka ratusan miliar rupiah.

"Total volume transaksi dari keempat rekening tampungan Hendra Lukmanul Hakim selama periode 28 Desember 2018 sampai dengan 31 Maret 2026 mencapai 14.961 transaksi dengan nilai Rp 464.144.761.398,46," jelasnya.

Untuk mempercepat proses penangkapan, Bareskrim Polri membuat sketsa perkiraan wajah terbaru pelaku setelah operasi plastik. Sketsa tersebut dibuat berdasarkan keterangan saksi kunci pada hari Senin, 18 Mei 2026, pukul 16.00 WIB lalu.

"Membuat lembar DPO Lukmanul Hakim alias Hendra alias Pak Haji dengan melampirkan 3 foto, yaitu foto sebelum operasi plastik dan hasil sketsa dugaan bentuk wajah setelah operasi plastik," Eko menandaskan.