Yane Bima Arya Bongkar Kunci UMKM Bertahan

Pelaku usaha tidak cukup hanya memiliki produk. Mereka juga perlu mampu membangun cerita di balik produk yang dijual agar memiliki nilai tambah.

Diterbitkan 13 Mei 2026, 18:28 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Staf Ahli Bidang Penguatan Ketahanan Pangan Keluarga TP PKK Pusat, Yane Ardian Bima Arya, meminta pemerintah daerah memperkuat program Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) dan pemberdayaan lansia. Menurutnya, dua hal itu menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan ekonomi sekaligus kualitas hidup keluarga.

Hal tersebut disampaikan Yane saat Kunjungan Kerja TP PKK Pusat di PKK Agropark, Kabupaten Lampung Selatan, Selasa (12/5/2026). Kegiatan itu membahas pemberdayaan lansia, penguatan UP2K, pemenuhan kebutuhan pangan dan sandang, hingga intervensi keluarga berisiko stunting.

Dalam kesempatan itu, Yane menekankan pentingnya penguatan pembinaan UP2K karena berkaitan langsung dengan ketahanan ekonomi keluarga. Namun, menurut dia, pelaku usaha tidak cukup hanya memiliki produk. Mereka juga perlu mampu membangun cerita di balik produk yang dijual agar memiliki nilai tambah dan lebih mudah bersaing di era digital.

“Contoh, di Lampung ini budidaya pisang besar. Banyak dari pelaku UMKM membuat produk dari pisang, mau keripik atau olahan lainnya. Tapi yang laku adalah yang punya cerita di balik keripik pisang tersebut,” katanya.

Yane juga memuji keberadaan PKK Agropark yang dinilai menjadi contoh nyata pemberdayaan masyarakat berbasis kader PKK. Menurutnya, lahan yang dikelola PKK di lokasi tersebut menjadi salah satu yang terbesar yang pernah dia lihat selama berkeliling Indonesia.

“PKK Agropark ini luar biasa. Saya sudah cukup berkeliling ke seluruh Indonesia, memang lahan yang dikelola PKK sebesar ini baru ada di sini,” ujarnya.

Pemberdayaan Lansia

Selain penguatan ekonomi keluarga, Yane menyoroti pentingnya pemberdayaan lansia agar tetap aktif dan produktif di usia lanjut. Dia menilai peran pemerintah dan PKK sangat penting untuk menghadirkan program yang mampu membuat lansia tetap terlibat dalam aktivitas sosial maupun ekonomi.

“Siapa yang menggerakkan dan mengaktifkan para lansia selain keluarganya adalah pemerintah melalui program-program PKK,” katanya.

Menurut Yane, daerah yang serius menjalankan program pemberdayaan lansia umumnya memiliki ketahanan ekonomi yang lebih baik. Dia mencontohkan sejumlah negara maju yang masih melibatkan lansia dalam berbagai aktivitas produktif.

“Kalau kita ke bandara di Singapura misalnya, nenek-nenek dan kakek-kakek itu masih diberdayakan, masih bisa bekerja,” tambahnya.

Di akhir paparannya, Yane menegaskan bahwa PKK merupakan kekuatan sosial besar yang dimiliki Indonesia. Dengan lebih dari enam juta kader di seluruh daerah, dia menilai PKK memiliki peran penting dalam menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari sosial, ekonomi, hingga ketahanan keluarga.

“Ini apresiasi untuk seluruh kader PKK di Indonesia yang jumlahnya saat ini sekitar 6 juta lebih,” tandasnya.