Liputan6.com, Depok - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok atau Damkar Depok, melakukan evakuasi anak tercebur sumur. Peristiwa anak tercebur sumur sempat membuat panik warga di Jalan Jati Raya, Sukamaju, Depok.
Kabid Pengendalian Operasional Damkar Depok, Tessy Haryati membenarkan adanya seorang anak berusia 10 tahun jatuh tercebur sumur sekitar pukul 08.38 WIB. Kejadian tersebut dilaporkan ke Damkar Kota Depok untuk melakukan evakuasi penanganan.
"Anggota kami langsung ke lokasi untuk mengevakuasi korban di dalam sumur," ujar Tessy, Rabu (3/6/2026).
Advertisement
Tessy menjelaskan, petugas Damkar membekali diri dengan sejumlah peralatan untuk mengevakuasi korban. Petugas Damkar mengevakuasi korban dengan penuhi kewaspadaan dan ketelitian guna menghindari terjadinya kecelakaan kerja.
"Anggota mencoba menuruni sumur menggunakan tali untuk mengevakuasi korban," jelas Tessy.
Dengan perhitungan yang matang, evakuasi korban tercebur sumur membutuhkan waktu sekitar 12 menit. Petugas Damkar Depok berhasil mengevakuasi korban untuk keluar dari dalam sumur.
"Saat kami evakuasi, kondisi korban dalam kondisi lemas sehingga dilakukan penanganan kesehatan," terang Tessy.
Tessy mengungkapkan, kasus anak tercebur ke dalam sumur kerap terjadi di wilayah Depok. Menurutnya, sumur galian konvensional secara tidak langsung memiliki tingkat bahaya tinggi untuk anak atau balita.
"Masyarakat yang masih menggunakan sumur galian konvensional dapat memperhatikan sisi keamanan, khususnya untuk anak," ucap Tessy.
Damkar Kota Depok meminta sumur galian konvensional pada bagian atas lubang, dapat menggunakan penutup atau beton besi yang terkunci. Damkar Depok melarang menutup bagian atas lubang menggunakan kayu maupun material seng.
"Jangan cuma papan kayu atau seng, anak dua tahun udah bisa menggeser papan, kunci gembok dapat diletakkan di tempat tinggi, biar anak nggak bisa buka," ungkap Tessy.
Tidak hanya itu, Tessy meminta pemasangan pagar di sekeliling lokasi sekitar sumur galian konvensional. Adapun tinggi pagar keliling memiliki ketinggian mencapai 1,5 meter untuk menghindari anak mendekati sumur galian konvensional.
"Masyarakat yang memiliki anak atau balita, untuk tidak lengah dalam memberikan pengawasan," kata Tessy.
Tessy menuturkan, orang tua dilarang menyuruh anak untuk mengambil air dari dalam sumur galian konvensional. Menurutnya, berbagai kejadian balita tercebur sumur tidak terdengar suara, dikarenakan anak tenggelam di dalam air sumur galian konvensional.
"Korban jatuh ke dalam sumur, 80 persen meninggal karena kehabisan napas dan gas metana. Korban yang selamat biasanya tertolong karena kurang dari lima menit saat kejadian mendapatkan pertolongan," tutur Tessy.
Tessy menambahkan, masyarakat dapat melakukan mitigasi pada sejumlah peralatan galian sumur konvensional, hingga tanda peringatan. Tessy meminta, apabila terdapat korban tercebur sumur, warga diminta tidak panik dan jangan langsung masuk ke dalam sumur.
"Kalau anak atau korban masih respons, lempar galon kosong atau ban yang diikat tali. Biar ada pegangan sambil menunggu bantuan," kata Tessy.
"Jangan langsung nyebur, kemungkinan akan bertambah korban dikarenakan gas beracun di dalam sumur. Segera hubungi Damkar Depok karena memiliki alat khusus penanganan evakuasi kecebur sumur," pungkas Tessy.Â
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6454660/original/051756600_1779318782-1001276959.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288313/original/005703000_1783311841-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-06T103916.100.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4889778/original/044650100_1720754462-tentara_israel_dapet_kiriman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300009/original/089493000_1784283677-Untitled_design.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7681168/original/041863900_1780476913-Screenshot_20260603_141709_Instagram.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5088769/original/054146300_1736499225-000_36T66N4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8860259/original/052842500_1782927734-063_2284210517.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297020/original/005987700_1784057750-063_2286100607.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298432/original/055199800_1784170649-ka2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298238/original/090944000_1784161387-messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297075/original/063178900_1784075232-barton.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8405832/original/011890700_1782288653-000_B83J62M.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300760/original/045825200_1784376937-WhatsApp_Image_2026-07-18_at_2.46.04_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9280563/original/023003600_1783176378-1000463244.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300006/original/015885500_1784283359-000_C2DB2ZQ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299397/original/073517100_1784250863-000_B6Z433V.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5265397/original/018918900_1750921488-aaf730e4-2600-4e03-8c0a-deec7add401b.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7675768/original/089915800_1780470902-InShot_20241231_191452537.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7677428/original/071603200_1780472510-Screenshot_2026-06-03_143319.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7674465/original/036632800_1780469340-349858.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7666624/original/002962100_1780460638-20260603_093327.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5275596/original/009421200_1751883638-52966144-4d5e-45d8-b5a0-8ba1c3fa112a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6501055/original/062110800_1779357165-kpk-tambah-masa-tahanan-4-tersangka-suap-dprd-sumut-hingga-40-hari.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7660604/original/060897100_1780454040-IMG_0808.jpeg)