MUI Kawal Pembebasan 9 WNI yang Ditangkap Israel, Ajak Seluruh Umat Bersatu

MUI mengajak seluruh umat untuk turut bersuara mendukung pembebasan aktivis Global Sumud Flotilla yang ditangkap Israel.

oleh Nanda Perdana PutraDiterbitkan 21 Mei 2026, 16:36 WIB
Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir menuai kecaman internasional setelah mengunggah video yang memperlihatkan perlakuan terhadap para aktivis Global Sumud Flotilla yang ditahan di Israel. (Dok. X/Itamar Ben-Gvir)

Liputan6.com, Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) membentuk crisis center untuk mengawal upaya pembebasan aktivis kemanusiaan, termasuk sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) yang ditangkap Israel dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 menuju Gaza, Palestina.

"MUI menyampaikan permohonan kepada Presiden Prabowo dan membentuk crisis center untuk menampung masukan misalnya dari keluarga-keluarga korban. MUI menerima masukan itu untuk menguatkan dan memberi dukungan penuh," tutur Ketua MUI Bidang Ukhuwah, Muhammad Zaitun Rasmin dalam konferensi pers usai konsolidasi bersama ormas Islam dan lembaga filantropi di Kantor MUI Pusat, Jakarta Pusat, Kamis (21/5/2026).

Zaitun juga akan berkoordinasi bersama Kementerian Luar Negeri dan membuka kemungkinan bertemu langsung dengan Presiden Prabowo Subianto apabila proses pembebasan belum segera terealisasi.

"MUI akan meminta bertemu dengan Bapak Presiden Prabowo Subianto bila masalah ini tidak kunjung selesai, bila sandera tersebut belum dibebaskan dalam waktu dekat," jelas dia.

Tidak ketinggalan, Zaitun juga mengajak seluruh umat untuk turut bersuara mendukung pembebasan para aktivis kemanusiaan tersebut.

 

Ajak Ormas hingga Komunitas

Tangkapan layar dari video yang diunggah Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir saat menahan dan mengikat tangan para relawan Global Sumud Flotilla. (Dok. X/Itamar Ben-Gvir)

Wakil Sekretaris Jenderal MUI Erick Yusuf menambahkan, pihaknya telah menyiapkan surat resmi untuk lembaga nasional maupun internasional dalam rangka memperkuat langkah diplomasi dan advokasi kemanusiaan.

"Kita juga telah menyiapkan surat-surat resmi, bukan hanya kepada pimpinan nasional, tetapi juga kepada internasional, jadi lembaga-lembaga internasional yang terkait. Jadi kita harapkan, kita ini sebagaimana yang tadi disampaikan, delapan negara kita ingin bahu-membahu, kita ingin bersama-sama," ungkapnya.

Menurut Erick, fokus utama saat ini adalah pembebasan para aktivis kemanusiaan serta memastikan bantuan kemanusiaan dapat masuk ke Gaza. MUI juga mengajak ormas Islam, lembaga filantropi, dan berbagai komunitas untuk bersama-sama mengawal gerakan kemanusiaan tersebut.

"Jadi seluruh lembaga yang tadi disampaikan, ormas-ormas, lembaga-lembaga filantropi, komunitas-komunitas dan lain-lainnya, mari bergabung, kalau bisa 24 atau 48 jam ini bisa selesai, dan itulah yang kita harapkan," Erick menandaskan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya