Liputan6.com, Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan pembelian hewan kurban oleh Presiden menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tidak bermasalah secara hukum Islam. Langkah tersebut dinilai sah secara syar'i karena peruntukannya kembali kepada kemaslahatan masyarakat luas.
"Terkait dengan pembelian sapi dari APBN oleh Presiden melalui Banpres, saya kira ini secara syar'i tidak ada soal (tidak bermasalah)," kata Ketua MUI Bidang Fatwa, Asrorun Niam Sholeh seperti dikutip dari situs resmi MUI Digital, Rabu (27/5/2026).
Niam menjelaskan model pengadaan hewan kurban oleh kepala negara menggunakan kas negara memiliki landasan fikih yang kuat dalam sejarah Islam. Guru Besar Ilmu Fikih UIN Jakarta ini lalu mengutip hadis riwayat Imam Bukhari yang menjelaskan tata cara berkurban bagi seorang pemimpin atau imam.
Advertisement
"Sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhari, bahwa disunahkan bagi imam, dalam konteks Indonesia adalah Presiden, membeli hewan kurban melalui Baitul Mal (kas negara)," tutur dia.
Pengasuh Pondok Pesantren An-Nahdlah ini menambahkan, dalam konteks bernegara saat ini, APBN bertindak sebagai Baitul Mal modern. Oleh karena itu, kurban yang dilakukan oleh presiden menggunakan anggaran negara pada hakikatnya adalah kurban atas nama negara yang ditujukan bagi kesejahteraan rakyat.
"Sehingga qurban dari negara untuk kepentingan masyarakat. Dan itu tidak ada soal secara syar'i," tegasnya.
Logis dan Kontekstual
Selain dari aspek hukum agama, Niam juga menilai mekanisme ini sangat logis dari sisi teknis birokrasi negara. Dia menyamakan pembelian sapi qurban ini dengan program-program bantuan sosial lainnya yang rutin disalurkan oleh pemerintah melalui Banpres.
"Secara teknis sebenarnya kita juga bisa memahami, sebagaimana anggaran negara melalui Banpres diberikan sembako kemudian didistribusikan untuk masyarakat, dan ini tentu tidak ada isu," tuturnya.
"Logika yang sama berlaku ketika anggaran Banpres digunakan untuk membeli hewan kurban. Sapi-sapi tersebut tidak dikonsumsi pribadi oleh presiden atau elite istana, melainkan disalurkan langsung ke berbagai wilayah untuk masyarakat yang membutuhkan," imbuh dia.
Niam menekankan, langkah yang diambil pemerintah ini merupakan kebijakan yang kontekstual. Kehadiran qurban dari presiden di tengah masyarakat diharapkan dapat menguatkan ikatan sosial sekaligus meningkatkan syiar keagamaan.
"Momentumnya adalah momentum Idul Adha. Tentu ini akan menambah semarak syiar Idul Adha. Jadi saya kira secara keagamaan tidak ada isu, dan secara teknis ini sesuatu yang justru kontekstual," dia menandasi.
Advertisement
Anggaran Sapi Kurban Prabowo
Pemerintah menganggarkan sekitar Rp 100 miliar dari APBN untuk pengadaan sapi kurban Presiden Prabowo Subianto pada Idul Adha 1447 Hijriah. Total sebanyak 1.098 ekor sapi disalurkan ke seluruh daerah serta lembaga sosial dan keagamaan di Indonesia.
Wakil Menteri Sekretaris Negara, Juri Ardiantoro mengatakan, anggaran tersebut berasal dari Bantuan Kemasyarakatan Presiden yang dialokasikan melalui APBN. Menurut dia, harga sapi bervariasi karena dipengaruhi bobot dan lokasi pembelian di masing-masing daerah.
“Jadi sumber anggarannya dari APBN melalui anggaran Bantuan Kemasyarakatan Presiden. Harga sapi tentu bervariasi karena bobotnya beda-beda dan lokasinya juga mempengaruhi harga sapi,” kata Juri dalam konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (26/5/2026).
Juri menjelaskan, Prabowo menyalurkan total 1.098 ekor sapi kurban untuk Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Rinciannya, sebanyak 598 ekor sapi dibagikan ke seluruh provinsi, kabupaten, dan kota di Indonesia.
Namun, terdapat 46 daerah yang tidak memiliki sapi dengan bobot sesuai standar bantuan Presiden, yakni antara 800 kilogram hingga 1,3 ton. Karena itu, beberapa daerah menerima lebih dari satu ekor sapi sebagai pengganti.
“Setiap daerah akan mendapatkan satu, sementara ada 46 daerah yang tidak ada sapi dengan bobot sebesar standar itu. Oleh karena itu, ada yang mendapatkan dua sapi untuk 46 daerah,” jelas Juri.
Selain untuk pemerintah daerah, Prabowo juga menyalurkan 500 ekor sapi kurban kepada lembaga pendidikan, pondok pesantren, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta lembaga sosial dan keagamaan lainnya.
“Jadi untuk daerah 598 sapi, kemudian untuk lembaga sosial, lembaga keagamaan, pondok pesantren, dan tokoh-tokoh sebanyak 500 sapi. Jadi semuanya 1.098 ekor sapi,” ujarnya.
Juri menambahkan, sapi kurban yang disalurkan Prabowo terdiri dari berbagai jenis sapi premium, di antaranya Simmental, Limousin, Peranakan Ongole, Brahman, Angus, sapi Bali, FH, Belgian Blue, hingga Charolaise.
“Jenis-jenis sapi yang menjadi sapi kurban adalah jenis sapi premium,” kata Juri.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5488956/original/064020100_1769771942-pppk_bgn_-_klaim.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5550896/original/089873500_1775711382-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-09T120454.556.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5411187/original/066520500_1763004762-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-11-13T103028.882.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4866719/original/017032400_1718697583-Pajak1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5662093/original/032506500_1778310694-610892.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535733/original/082596800_1774102967-BTS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260364/original/000638100_1781588460-spanyol_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293528/original/019700700_1783732096-spa11.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261548/original/054938700_1781743858-ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264044/original/048184800_1782061399-063_2282635876.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8338665/original/048602300_1782210505-Stale_Solbakken.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288624/original/094450800_1783327932-000_B9C996W.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293466/original/077963300_1783718956-063_2285564351.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262489/original/072589900_1781818934-Switzerland_s_Johan_Manzambi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9110984/original/061131000_1783049682-lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293456/original/054507100_1783717417-000_B9W36UY.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6467925/original/004623800_1779329888-Screenshot_2026-05-21_091624.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3515648/original/043308100_1626760051-20210720-Pemotongan-Hewan-Kurban-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5571469/original/061492700_1777624657-BPJPH.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569882/original/014694100_1777458234-MUI.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5558094/original/034365100_1776406046-sapu1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5558100/original/048170900_1776406048-sapu7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5554705/original/042898500_1776099616-IMG-20260413-WA0089.jpg)