Menko Polkam dan Gubernur Agustiar Sabran Perkuat Sinergi Cegah Karhutla di Kalteng

Karhutla menjadi perhatian khusus karena saat ini sedang terjadi musim kemarau.

Diterbitkan 06 Agustus 2026, 14:46 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago, melakukan kunjungan kerja ke Kalimantan Tengah (Kalteng), Jumat (31/7/2026).

Ada beberapa hal yang dibahas untuk memperkuat strategi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, salah satunya terkait kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Maklum saja, Karhutla menjadi perhatian khusus karena saat ini sedang terjadi musim kemarau.

Menko Polkam bersama Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran mengunjungi Kabupaten Kapuas. Mereka diterima Bupati Kapuas Muhammad Wiyatno, Wakil Bupati Kapuas Dodo, dan Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas Usis I. Sangkai di Hall Rumah Jabatan Bupati Kapuas.

Hadir pula dalam pertemuan itu jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala perangkat daerah, TNI-Polri, serta sejumlah bupati dan wakil bupati se-Kalteng.

Menko Polkam Djamari Chaniago menegaskan Kalimantan, khususnya Kalimantan Tengah, memiliki posisi strategis sebagai wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) di masa kini dan masa depan Indonesia.

“Karena itu, penanganan Karhutla, pemberantasan pertambangan tanpa izin, illegal logging, penyelesaian konflik agraria, hingga penguatan koordinasi lintas sektor harus terus ditingkatkan. Ini penting agar Kalteng menjadi penopang ketahanan pangan, energi, dan pelestarian lingkungan,” tegasnya.

Menko Polkam Djamari Chaniago menegaskan pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto mengusung konsep President of Solutions.

“Pemerintah pusat dan daerah bersinergi, berorientasi pada penyelesaian berbagai persoalan masyarakat secara cepat, tepat, dan terukur melalui program-program prioritas nasional,” katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto menegaskan pihaknya terus mengoptimalkan operasi pemadaman melalui darat dan dukungan dari udara melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dengan menambah armada pesawat, pemenuhan stok bahan semai, serta fleksibilitas pelaksanaan operasi hingga malam hari.

Ia juga menyetujui penambahan armada pesawat OMC untuk memperluas pangkalan operasi dengan menempatkan tambahan pesawat di Pangkalan Bun.

Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan peluang terjadinya hujan di wilayah terdampak sehingga mempercepat proses pemadaman, mempercepat pendinginan lahan gambut, serta mencegah meluasnya kebakaran.

“Saya ijinkan juga kalau ada penambahan kemudian saya ijinkan juga penambahan satu di Pangkalan Bun satu, di sini (Tjilik Riwut) satu,” terangnya.

Gubernur Kalteng Agustiar Sabran memaparkan kondisi umum serta potensi daerah yang didukung sumber daya alam melimpah di sektor kehutanan, perkebunan, pertanian, perikanan, hingga pertambangan.

“Kalimantan Tengah memiliki potensi yang sangat besar untuk mendukung program strategis nasional. Namun, berbagai tantangan seperti Karhutla, pertambangan tanpa izin, illegal logging, dan konflik agraria harus ditangani secara bersama melalui kolaborasi semua stakeholder, baik pemerintah pusat maupun daerah,” ujar Gubernur Agustiar Sabran.

Melalui kunjungan kerja ini, diharapkan sinergi antara pemerintah pusat, Pemprov Kalimantan Tengah, pemerintah kabupaten/kota, Forkopimda, serta seluruh pemangku kepentingan semakin kuat dalam menjaga stabilitas keamanan, mengendalikan Karhutla, dan mendukung pembangunan berkelanjutan di Kalimantan Tengah.