Liputan6.com, Jakarta - Pimpinan Padepokan Spiritual Tabah Ati Pekalongan Jawa Tengah berinisial AKH (54), ditetapkan tersangka kasus tindak kekerasan seksual terhadap sejumlah pengikutnya. AKH (54) ditangkap polisi seusai Salat Idul Adha pada Rabu pagi (27/5/2026).
Warga Desa Simbang kulon, Kecamatan Buaran Pekalongan ini, ditetapkan tersangka setelah menjalani pemeriksaan intensif selama 1×24 jam di Polres Pekalongan Kota.
AKF langsung ditahan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Pekalongan Kota pada Kamis (28/5/2026) dini hari.
Advertisement
“Kami telah mendapatkan dua alat bukti, sehingga terduga pelaku mulai jam ini, hari ini, ditetapkan sebagai tersangka,” ujar Kasatreskrim Polres Pekalongan Kota AKP Setiyanto pada Kamis (28/5/2026) pagi.
Barang bukti yang diamankan Polisi antara lain pakaian yang dipakai korban saat kejadian. Polisi juga mengantongi keterangan saksi serta keterangan ahli.
Polisi melakukan penahanan tahap pertama kepada AKF selama 20 hari ke depan guna kepentingan penyidikan dan pemberkasan perkara tersebut.
“Proses selanjutnya, yang bersangkutan kami lakukan penahanan. Kemudian kami melengkapi administrasi penyidikan dan sesegera mungkin melakukan pemberkasan,” tutur Setiyanto.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7164637/original/092739200_1779954672-IMG-20260527-WA0112.jpg)
Simpang Siur Jumlah Korban
Kasus ini menjadi sorotan luas, setelah muncul dugaan jumlah korban yang tidak sedikit. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban diperkirakan mencapai sekitar 25 santriwati, meski hingga kini baru tujuh orang yang berani angkat bicara.
Kasus ini mulai mencuat setelah adanya informasi mengenai seorang santriwati yang diduga hamil hingga melahirkan.
Kabar itu memicu keberanian sejumlah mantan santriwati lainnya untuk mengungkap dugaan perlakuan yang mereka alami selama berada di padepokan tersebut.
Organisasi Yakuza Maneges pimpinan Gus Thuba Ploso Kediri mendatangi padepokan tersebut untuk menindaklanjuti laporan para korban.
Kapolres Pekalongan Kota AKBP Riki Yariandi membenarkan, tengah menangani dugaan kekerasan seksual di lingkungan padepokan tersebut.
“Sedang melakukan pemeriksaan ya, kaitan dugaan kekerasan seksual yang dilakukan di lingkungan pondok pesantren ya, tepatnya di wilayah Kecamatan Buaran,” ujar Riki kepada wartawan.
Riki mengakui, pengungkapan kasus ini tidak mudah. Sebab selama ini korban memilih bungkam.
“Pada dasarnya dan pada awal mulanya, memang info berita ini sangat tertutup sekali ya, sehingga demikian, akhirnya saya perintahkan ke jajaran Reskrim untuk melakukan pendekatan para pihak keluarga korban,” terang Riki.
Area padepokan kini juga telah dipasangi garis polisi untuk kepentingan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8475678/original/062240100_1782386179-cek_fakta_bansos_PKH_-_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294353/original/011938600_1783830677-cek_fakta_-_bansos_pkh_juli.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5488956/original/064020100_1769771942-pppk_bgn_-_klaim.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5497973/original/089166700_1770695732-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-10T105228.255.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7164636/original/074194400_1779954672-IMG-20260527-WA0111.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294548/original/063184200_1783843237-063_2285693617.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294309/original/057015000_1783829242-ar13.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294340/original/000872600_1783830200-000_B9XN79R.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294301/original/036531900_1783829241-ar5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294318/original/065079400_1783829517-063_2285706113.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294280/original/068914000_1783828183-063_2285710148.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294169/original/097035400_1783819062-ing7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294167/original/059057200_1783819062-ing5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294151/original/003111900_1783815882-000_B9XL63W.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290291/original/064791600_1783449810-me5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294138/original/059237800_1783813068-000_B9XJ6UC.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294135/original/020195900_1783811688-000_B9XJ6UW.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294065/original/010736400_1783779790-002350a9-58ca-4007-97f2-b67ea96f94ae.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8469733/original/057447700_1782372174-WhatsApp_Image_2026-06-25_at_14.19.01.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3617239/original/089374800_1635501781-Meta_Sign_AP_Photo_-_Tony_Avelar.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5189923/original/005208500_1744810715-673_x_373_rev__8_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/826788/original/068129800_1538825965-002716100_1426131106-1842092shutterstock-175158260780x390__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6502227/original/018798800_1779358612-cabuli-bocah-3-tahun-mr-diciduk-polisi-di-rumah-kepala-desa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7158208/original/001641600_1779947454-WhatsApp_Image_2026-05-28_at_11.16.04.jpeg)