Misteri Wanita Tewas Berdarah di Hotel Makassar Mulai Terbongkar

MA (40) ditemukan dalam keadaan terlentang dan mengeluarkan darah dari hidung dan mulut.

OlehFauzan
Diterbitkan 22 Mei 2026, 14:52 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Seorang wanita berinisial MA (40) ditemukan tewas di dalam kamar Hotel Mulia House, Jalan Sungai Saddang Baru, Kelurahan Ballaparang, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (20/5/2026) petang. Belakangan terungkap, korban diduga dibunuh oleh pacarnya sendiri dengan cara meracuni minumannya menggunakan obat asam mefenamat.

Peristiwa itu bermula sekitar pukul 17.30 WITA, ketika seorang pegawai hotel mendatangi kamar korban karena masa sewanya telah habis. Pegawai itu curiga karena pintu diketuk berkali-kali, namun tak ada respons sama sekali.

Tak ingin mengabaikan situasi itu, pegawai hotel kemudian bergerak ke bagian belakang kamar dan mendapati jendela dalam keadaan terbuka. Dari sana, ia mengamati ke dalam dan mendapati pemandangan yang membuatnya terkejut yakni seorang wanita terbaring tak bergerak dengan darah mengalir dari hidung dan mulut.

"Saksi melihat korban dalam keadaan terlentang dan mengeluarkan darah dari hidung dan mulut, sehingga langsung melapor ke resepsionis," ujar Kanit Resmob Polda Sulsel, AKP Wawan Suryadinata, Jumat (22/5/2026)

Laporan itu langsung ditindaklanjuti. Anggota Resmob Polda Sulsel bersama anggota Jatanras Polrestabes Makassar segera mendatangi lokasi dan melakukan penyelidikan. Jenazah korban juga langsung dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Dari hasil penyelidikan di lapangan, polisi mengarahkan kecurigaan kepada seorang pria berinisial EB (40) yang diketahui merupakan pacar korban. Polisi bergerak cepat menuju rumah pelaku di Jalan Kejayaan Selatan Blok K/255, Kecamatan Tamalanrea, Makassar, dan berhasil mengamankannya.

 

Tersulut Emosi

Dalam pemeriksaan, EB mengaku sengaja meracuni korban karena tersulut emosi setelah mengetahui korban diduga menjalin hubungan asmara dengan pria lain.

"Terduga pelaku berniat membunuh korban dengan cara mencampurkan obat asam mefenamat ke dalam air minum korban karena tersulut emosi setelah mengetahui adanya hubungan asmara antara korban dengan pria lain," kata Wawan.

EB mengaku menghancurkan empat butir obat asam mefenamat menggunakan batu, lalu melarutkannya ke dalam air mineral. Minuman itu kemudian diberikan kepada korban saat terbangun dari tidurnya, sekitar satu jam setelah obat dilarutkan.

Namun setelah meminum air tersebut, korban tidak langsung menunjukkan gejala apa pun hingga EB meninggalkan hotel. Keesokan harinya, ia kembali ke hotel dan mengintip dari jendela — mendapati korban sudah tak sadarkan diri dengan lebam di bagian lengan.

Yang mengejutkan, EB baru benar-benar menyadari korban telah meninggal dunia saat polisi datang menjemputnya di rumah.

 

Telusuri Informasi di Google

Polisi juga mengungkap bahwa EB sempat menelusuri informasi di Google terkait efek overdosis obat serta mencari berita seputar kematian akibat overdosis — sebuah jejak digital yang turut memperkuat dugaan kesengajaan.

EB kini diamankan di Posko Resmob Polda Sulsel untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut. Wawan mengaku akan terus mendalami dugaan penyebab kematian korban untuk memastikan apakah ada penyebab lain selain dicekoki asam mefenamat.

Polisi juga masih menunggu hasil autopsi dan pemeriksaan forensik untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.

"Terduga pelaku mengakui mencampurkan obat asam mefenamat ke dalam minuman korban. Namun untuk penyebab pasti kematian, masih menunggu hasil autopsi dan pemeriksaan forensik lebih lanjut," kata Wawan.