Pendaki Asal Jawa Barat Meninggal di Gunung Rinjani

Sebelum kejadian, jalur pendakian menuju Gunung Rinjani hujan.

Diterbitkan 15 Mei 2026, 20:31 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Endang Subarna (48), pria asal Jawa Barat meninggal dunia saat melakukan pendakian di kawasan Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat (NTB) . Jasadnya sudah dievakuasi petugas gabungan Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR).

"Setelah ada informasi, petugas langsung menuju lokasi kejadian untuk memberikan pertolongan dan evakuasi terhadap korban," kata Kepala Balai TNGR NTB, Budy Kurniawan, di Mataram, Jumat (15/5/2026).

 

Bermula dari Hujan di Gunung

Peristiwa yang dialami korban bermula ketika Endang melakukan pendakian bersama rombongan melalui jalur Sembalun didampingi porter dan tour organizer, pada Kamis (14/5) pagi hari.

Dikarenakan cuaca hujan, korban dan rombongan serta 2 guide yang sudah tiba di pos 4 lalu berteduh sembari beristirahat.

Sekitar pukul 16.00 Wita hujan reda, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Pelawangan Sembalun.

"Namun sekitar 15 menit jalan kaki, korban membuka jas hujannya dan melanjutkan jalan kaki beberapa langkah korban menunduk, terjatuh pingsan di jalur pendakian," katanya.

Oleh guide yang mendampingi, korban dilakukan penanganan awal, seperti menyadarkan dengan memanggil nama korban, namun tidak direspons.

"Kebetulan di jalur tersebut ada seorang dokter yang melakukan pendakian, kemudian atas arahan dokter tersebut diberikan pertolongan terhadap korban namun korban masih belum sadar," katanya.

Mendapatkan informasi tentang adanya kecelakaan terhadap pengunjung pada pos 4 jalur pendakian Sembalun, petugas melakukan koordinasi dengan tim evakuasi (EMHC).

 

Pemicu Korban Tak Sadarkan Diri

Selanjutnya tim EMHC segera menghubungi guide yang bersama korban untuk melakukan assessment dan kondisi korban mengalami gagal napas dan dilakukan proses RJP (resusitasi jantung paru) oleh petugas dengan arahan tim medis dari EMHC.

Proses evakuasi dilakukan secara cepat oleh tim gabungan untuk memastikan korban segera mendapatkan penanganan medis, namun korban tidak bisa diselamatkan atau meninggal dunia.

"Setelah dinyatakan meninggal dunia, jenazah korban langsung dibawa turun oleh tim rescue menuju Puskesmas Sembalun, sebelum selanjutnya dirujuk ke RSUD Selong," katanya.