Liputan6.com, Semarang- Petilasan Raden Gunungsari di Wonogiri mendadak menjadi perhatian publik setelah dikaitkan dengan penangkapan Ashari, pelaku pencabulan santriwati Ponpes Ndolo Kusumo Pati. Lokasi yang selama ini dikenal sebagai kawasan ziarah itu disebut menjadi tempat persembunyian terakhir buronan tersebut.
Ashari ditangkap tim Reskrim Polresta Pati bersama Jatanras Polda Jateng pada Kamis (7/5/2026) di kawasan Astana Gedong Giono, Desa Bakalan, Kecamatan Purwantoro, Wonogiri. Sebelum tertangkap, dia diketahui sempat berpindah-pindah lokasi pelarian dari Jawa Tengah hingga Jawa Barat.
Petilasan Raden Gunungsari di Wonogiri selama ini sudah dikenal masyarakat sekitar, namun belum banyak diketahui publik dari luar daerah. Lokasi yang berada di kawasan perbukitan Kecamatan Purwantoro ini dikenal sebagai salah satu situs ziarah yang dikeramatkan warga setempat.
Advertisement
Berdasarkan penelusuran Liputan6.com dari sejumlah sumber, kawasan makam tersebut berada di Dusun Wotgalih, Desa Bakalan, Kecamatan Purwantoro, Wonogiri.
Untuk menjangkau petilasan keramat ini, harus menempuh perjalanan kurang lebih 8 KM dan melintasi hutan. Kawasan makam kuno ini berada di puncak bukit, yang dikenal sebagai Gedong Giono.
Kompleks pemakaman yang terkesan angker dan berada di ujung timur Wonogiri, memiliki sejarah penting bagi masyarakat setempat.
Gedong Giono secara administratif berada di Dusun Wotgalih, Desa Bakalan, Kecamatan Purwantoro, Wonogiri. Tidak hanya Gedong Giono, Desa Bakalan juga terdapat sejumlah peninggalan yang sarat bersejarah lainnya.
Astana Gedong Giono berada di atas perbukitan di perbatasan Wonogiri Jateng dengan Kabupaten Ponorogo Jawa Timur.
Sejumlah peninggalan kuno yang masih dirawat dengan baik oleh masyarakat Wonogiri, yakni Siraman, Masjid Tiban, Gedong Giono, Randu Alas, Jaratan Gedhe, Setabuan dan Selondo.
Di antara sejumlah petilasan kuno di Desa Bakalan, makam Gedong Giono dianggap masyarakat memiliki kekuatan tersendiri. Lokasi itu kerap dijadikan tempat untuk memanjatkan doa kepada sang kuasa.
Banyak peziarah dari berbagai kota di Jawa, kerap mendatangi lokasi Gedong Giono. Biasanya, mereka memiliki hajat dan keperluan lainnya, melangitkan doa dan berharap terkabul keinginannya.
Bahkan setiap Bulan Syawal tiba, lokasi makam keramat yang lokasinya terpencil dari sangat ramai. Warga desa bersama pengurus Nahdlatul Ulama setempat, menggelar ritual doa bersama di kompleks Astana Gedong Giono.
Suasana mistis menyambut peziarah, saat berada di gerbang Astana Gedong Giono. Di dalam lokasi makam, banyak ditumbuhi ratusan pohon yang telah berusia ratusan tahun.
Pepohonan besar yang menjulang tinggi ini, semakin menambah suasana angker. Yakni bagi peziarah yang belum pernah menjejakkan kaki di pemakaman kuno tersebut.
Pemakaman Kuno
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5662307/original/071783600_1778315691-IMG-20260509-WA0017.jpg)
Di dalam kawasan yang lokasinya menanjak ini, terdapat 45 makam kuno. Keberadaan puluhan makam kuno ini, diyakini sebagai petilasan Raden Gunungsari, keluarga, keturunan dan para pengikutnya.
Di lokasi makam Raden Gunungsari dan makam lainnya, dikelilingi bangunan semi permanen berbahan kayu jati dan asbes.
Selain makam, area Gedong Giono terdapat beberapa bangunan kuno lainnya. Di antaranya bangunan mirip selter atau tempat istirahat dan mushola. Kawasan yang sarat aroma mistis ini, juga masih alami di bawah rerimbunan pohon tinggi.
Tokoh utama yang dimakamkan di Gedong Giono adalah Raden Gunung Sari beserta para kerabat dan pengikutnya. Dari sejarahnya, Raden Gunungsari diyakini merupakan cucu dari Prabu Brawijaya V, Raja Kerajaan Mataram ke-8.
Selain makam Raden Gunung Sari, Gedong Giono terdapat makam Raden Salam, Mas Wot Galih dan Bagus Yudo. Selain itu, ada pula Bagus Jaya, Bagus Sedo, Kyai Iman, Kyai Dalem, Kyai Bakal dan Kyai Amadya.
Astana Gedong Giono yang menjadi lokasi diringkusnya Ashari pelaku pencabulan santriwati di Pati, berada di kampung Wotgaleh yang rumah warga belum begitu padat.
Sosok Raden Gunung Sari dikenal sebagai seorang wali. Dia berhasil menyebarkan Agama Islam di sejumlah daerah yang berada di pegunungan Jawa bagian selatan.
Dengan jasa besarnya itu, tak mengherankan jika banyak warga, tokoh, artis, politikus dan pejabat yang datang berziarah di Gedong Giono. Tujuannya ngalah berkah di lokasi makam, dengan harapan hajat mereka terkabul.
Karena sarat aura keramatnya, Astana Gedong Songo diyakini masyarakat memiliki kekuatan tersendiri untuk memanjatkan doa kepada sang kuasa.
Dengan keistimewaan dan sarat aroma mistis itu, Ashari pelaku pencabulan pun berharap berkah di lokasi makam keramat.
Alih alih yakin keberadaanya tak bisa terlihat secara ghoib, justru nasib apes yang diterima Ashari. Sebab dari ulah kejahatannya sendiri, jejak keberadaan Ashari terendus dan diringkus polisi.
Advertisement
Penangkapan Dramatis Ashari
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5662308/original/083730600_1778315691-IMG-20260509-WA0020.jpg)
Penangkapan Ashari, pelaku pencabulan santriwati Ponpes Ndolo Kusumo Pati, berlangsung dramatis setelah jejak pelariannya terendus di Desa Bakalan, Wonogiri, kawasan yang berada di dekat kompleks makam Raden Gunungsari. Dalam proses penangkapan tersebut, pelaku sempat mengaku bukan seorang kiai sebelum akhirnya diamankan tim Jatanras Polda Jateng bersama Polresta Pati.
Dalam rekaman penangkapan yang beredar, Ashari terdengar membantah tuduhan terhadap dirinya. “Saya bukan kiai, ya katanya (saya) dituduh pelaku pencabulan,” ucapnya saat diamankan aparat.
Kepala Desa Bakalan, Sutanto, membenarkan bahwa pelaku sempat bersembunyi di rumah warga sekitar kawasan Gedong Giono, yang berada tidak jauh dari petilasan Raden Gunungsari. Dia datang pada Rabu pagi (6/5/2026) dengan menumpang ojek dari Kecamatan Purwantoro.
“Informasi dari warga yang menerima tamu, (AS) hari Rabu masuk Desa Bakalan. Naik ojek dari Purwantoro sekitar jam 7 pagi,” kata Sutanto.
Menurutnya, warga tidak mengetahui bahwa Ashari merupakan buronan polisi. Selama ini, rumah warga di sekitar lokasi memang kerap menjadi tempat singgah para peziarah yang datang ke kawasan makam tersebut.
Sutanto juga menyebut pelaku sempat mengaku datang untuk menjalankan ritual atas perintah gurunya. Dia mengklaim sedang menjalani puasa panjang dan diminta berziarah ke makam Raden Gunungsari.
“Katanya disuruh gurunya berpuasa tiga tahun, baru tiga bulan, lalu disuruh ke sini,” ujarnya.
Karena lokasi yang jauh dari permukiman, kehadiran Ashari tidak menimbulkan kecurigaan warga. Aktivitas peziarah dari luar daerah yang datang ke kawasan tersebut juga sudah menjadi hal biasa.
Penangkapan sendiri terjadi ketika pelaku keluar dari rumah warga dengan mengendarai sepeda motor pinjaman. Saat itu, aparat langsung melakukan penyergapan di lokasi.
“Warga tidak tahu penangkapannya karena pagi, tapi ada yang dengar suara tembakan satu kali, mungkin peringatan,” ujar Sutanto.
Kasat Reskrim Polresta Pati, Kompol Dika Hadian Widya Wiratama, membenarkan penangkapan tersebut. Dia mengatakan Ashari berhasil diamankan setelah aparat menelusuri jejak pelariannya yang sempat berpindah-pindah.
“Alhamdulillah sudah (tertangkap),” ujarnya singkat.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8968722/original/090452400_1782980277-cek_fakta_-_tenaga_pendamping_masyarakat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562012/original/067915900_1776772441-Cek_fakta_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8810983/original/080616100_1782907341-cek_fakta_-_bibit_ayam_dan_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5662306/original/069204800_1778315691-IMG-20260509-WA0019.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8369442/original/037177900_1782246021-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264052/original/051981800_1782069590-Spain_s_Lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260345/original/097053600_1781587471-spanyol.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261027/original/025366000_1781675161-AP26168084988387.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257805/original/092292600_1781257252-9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264149/original/054877000_1782096496-063_2282689905-Timnas_Mesir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8929510/original/065051700_1782959692-bos7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776148/original/089087200_1782856721-France_s_Kylian_Mbappe__left__celebrates_with_his_teammate_ousmane_dembele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776140/original/038104800_1782846348-063_2284057834.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711662/original/096717100_1782792792-korsel_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8864051/original/078185200_1782929110-063_2284211401.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5662288/original/068635600_1778313194-Wallace_Wiley_raih_doktor_kehormatan_honoris_causa.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5662072/original/012836200_1778308964-Kendaraan_hangus_terbakar_saat_kerusuhan_di_Stadion_Lukas_Enembe_Papua.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5662073/original/026107100_1778308964-Kendaraan_hangus_terbakar_saat_kerusuhan_di_Stadion_Lukas_Enembe_Papua__2_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5662085/original/011593800_1778309456-Perkantoran_Hayam_Wuruk.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5662063/original/022412700_1778307997-1001237710.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5660874/original/035633000_1778301217-Imbas_kerusuhan_di_Stadion_Lukas_Enembe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5660873/original/024833500_1778301217-Kerusuhan_di_kompleks_Stadion_Lukas_Enembe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5662043/original/085368300_1778306490-IMG_1541.jpg)