Nagekeo NTT Diguncang Gempa Beruntun, Terkuat M 4,8

Gempa yang tercatat memiliki magnitudo 3,6 hingga 4,8 dengan kedalaman 6-12 kilometer.

Diterbitkan 19 Agustus 2026, 09:06 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Gempa bumi mengguncang Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), secara beruntun sejak Rabu (19/8/2026) dini hari hingga pagi. Berdasarkan catatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sedikitnya 11 gempa terjadi di Nagekeo hingga pukul 08.30 WIB.

Gempa yang tercatat memiliki magnitudo 3,6 hingga 4,8 dengan kedalaman 6-12 kilometer. Seluruh episenter gempa berada di laut, di sekitar wilayah utara hingga timur laut Mbay, Nagekeo.

Berikut rincian 11 gempa yang tercatat BMKG:

  • Gempa pertama: Pukul 02.03.09 WIB, magnitudo 4,8, kedalaman 11 kilometer, berpusat 39 kilometer utara Mbay, Nagekeo.
  • Gempa kedua: Pukul 02.14.11 WIB, magnitudo 3,6, kedalaman 9 kilometer, berpusat 34 kilometer utara Mbay, Nagekeo.
  • Gempa ketiga: Pukul 02.14.34 WIB, magnitudo 3,8, kedalaman 6 kilometer, berpusat 49 kilometer utara Mbay, Nagekeo, dirasakan III MMI.
  • Gempa keempat: Pukul 03.15.42 WIB, magnitudo 4,7, kedalaman 7 kilometer, berpusat 42 kilometer utara Mbay, Nagekeo.
  • Gempa kelima: Pukul 03.28.56 WIB, magnitudo 4,7, kedalaman 7 kilometer, berpusat 46 kilometer utara Mbay, Nagekeo.
  • Gempa keenam: Pukul 03.31.42 WIB, magnitudo 4,1, kedalaman 12 kilometer, berpusat 40 kilometer utara Mbay, Nagekeo, dirasakan III MMI.
  • Gempa ketujuh: Pukul 03.50.15 WIB, magnitudo 4,7, kedalaman 10 kilometer, berpusat 57 kilometer timur laut Mbay, Nagekeo, dirasakan III MMI.
  • Gempa kedelapan: Pukul 04.11.38 WIB, magnitudo 4,5, kedalaman 12 kilometer, berpusat 36 kilometer utara Mbay, Nagekeo, dirasakan IV MMI.
  • Gempa kesembilan: Pukul 04.13.11 WIB, magnitudo 4,1, kedalaman 6 kilometer, berpusat 39 kilometer utara Mbay, Nagekeo, dirasakan III MMI.
  • Gempa kesepuluh: Pukul 06.59.14 WIB, magnitudo 4,4, kedalaman 7 kilometer, berpusat 43 kilometer utara Mbay, Nagekeo, dirasakan III MMI.
  • Gempa kesebelas: Pukul 07.11.36 WIB, magnitudo 4,8, kedalaman 10 kilometer, berpusat 47 kilometer utara Nagekeo, dirasakan III MMI.

2.768 Gempa Susulan Terjadi di NTT

Diketahui, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 2.768 gempa bumi susulan setelah gempa utama bermagnitudo 7,7 mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga Rabu (19/8) pukul 06.00 WITA.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Arief Tyasmata di Kupang, Rabu, mengatakan ribuan gempa susulan tersebut memiliki magnitudo yang bervariasi. Gempa terbesar tercatat mencapai magnitudo 6,2, sedangkan yang terkecil bermagnitudo 1,1.

"Total gempa bumi susulan hingga tanggal 19 Agustus 2026 pukul 05.00 WIB atau 06.00 WITA, sebanyak 2.768 kejadian. Magnitudo terbesar 6,2 dan terkecil 1,1," kata Arief.

Dari jumlah tersebut, BMKG mencatat 24 gempa susulan memiliki magnitudo di atas 5. Sementara itu, sebanyak 81 gempa susulan dirasakan oleh masyarakat.

Arief menyebut aktivitas gempa susulan hingga kini masih berlangsung secara fluktuatif. Berdasarkan grafik peluruhan gempa, BMKG belum menemukan pola penurunan aktivitas yang jelas.

"Dari grafik peluruhan masih fluktuatif dan belum terlihat jelas pola peluruhannya," ujarnya.

Menurut Arief, aktivitas gempa susulan diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga minggu ke depan untuk mulai mencapai kondisi yang lebih stabil.

"Estimasi sekitar dua sampai tiga minggu ke depan akan stabil," katanya.

BMKG, lanjut Arief, masih terus memantau perkembangan aktivitas kegempaan di wilayah Flores dan sekitarnya. Masyarakat juga diimbau tetap tenang serta mengikuti informasi resmi yang disampaikan BMKG.

Imbauan tersebut disampaikan untuk mencegah masyarakat mempercayai informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, terutama informasi yang berpotensi menimbulkan keresahan di kalangan korban gempa.