Cita-Cita Pigai: HAM Jadi Kurikulum Resmi di Sekolah

Natalius Pigai mendorong pendidikan HAM lewat buku wajib tersendiri dan alokasi khusus di kurikulum. Disampaikan saat resmikan Pusat Studi HAM di Mimika.

Diterbitkan 19 Agustus 2026, 07:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Natalius Pigai, Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), mendorong agar materi HAM diajarkan melalui buku panduan tersendiri dan tidak hanya menjadi sisipan di mata pelajaran lain. Usulan ini sedang dibahas bersama Kementerian Pendidikan.

Pernyataan tersebut ia sampaikan saat meresmikan Pusat Studi HAM di Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Mimika, Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Selasa (18/8).

Selain buku khusus, Pigai juga mengajukan agar HAM dialokasikan secara khusus dalam kurikulum pendidikan nasional.

Buku Khusus HAM Untuk Peserta Didik

Pigai menjelaskan pemahaman mengenai HAM perlu diberikan secara lebih terstruktur karena prinsip itu melekat pada setiap manusia sejak lahir hingga meninggal dunia.

"Menteri Pendidikan hanya minta, 'Pak Pigai, bolehkah kami kasih bab dalam pendidikan?' Jadi bab satu bidang HAM, baru nanti yang bab-bab. Cuma kita alokasikan bab, saya tidak mau. Saya minta satu buku sendiri sebagai buku yang wajib diajarkan," ujar Pigai seperti dilansir Antara.

Ia mengatakan pendidikan HAM perlu diperkuat sebagai bagian dari pembentukan pengetahuan, etika, dan kesadaran peserta didik mengenai hak serta kewajiban sebagai warga negara.

Alokasi Khusus Dalam Kurikulum Nasional

Selain soal buku, Pigai menyebut materi HAM juga perlu mendapatkan alokasi khusus di kurikulum pendidikan nasional. Menurutnya, porsi tersebut bisa ditempatkan dalam muatan pendidikan etika dan moral, meskipun gagasan itu masih perlu pembahasan lebih lanjut.

Ia menegaskan agenda ini bersifat jangka panjang dan membutuhkan penyesuaian kebijakan, termasuk apabila ke depan terdapat perubahan undang-undang maupun kurikulum nasional.

"Saya sedang negosiasi. Tapi kalau misalnya suatu saat ada perubahan undang-undang atau kurikulum nasional. Saya akan berusaha masukkan hak asasi manusia menjadi kurikulum resmi. Itu cita-cita, semuanya cita-cita," kata Pigai.