Cerita di Balik Garis Finis Merdeka Run 2026

Merdeka Run tahun ini terasa berbeda karena menyediakan kategori khusus kursi roda.

Diterbitkan 29 Agustus 2026, 13:46 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Garis finis Merdeka Run 2026 tidak hanya menjadi penanda berakhirnya perlombaan. Pada Sabtu pagi, 29 Agustus 2026, garis finis di kawasan Monumen Nasional (Monas) menjadi tempat bertemunya beragam cerita dari para peserta, mulai dari pelari kursi roda hingga atlet nasional.

Salah satunya Fandi Akhmad. Pelari asal DKI Jakarta itu menjadi first finisher kategori kursi roda (wheelchair). Bagi Fandi, hasil tersebut menjadi kebanggaan sekaligus pengalaman baru dari sejumlah ajang lari yang pernah diikutinya.

“Sangat bangga ya, karena ini pengalaman kesekian ikut fun run. Jadi saya sangat senang sekali,” ujar Fandi seusai menyelesaikan lomba.

Bagi Fandi, Merdeka Run tahun ini juga memiliki arti lain karena menyediakan kategori khusus kursi roda. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan bahwa ajang olahraga semakin terbuka bagi penyandang disabilitas.

“Karena panitia mengadakan untuk kategori wheelchair, jadi event ini lebih inklusif,” tuturnya.

Fandi berharap kategori tersebut terus dipertahankan dan semakin banyak penyandang disabilitas yang terlibat dalam ajang serupa.

“Semoga setiap tahun acaranya sering diselenggarakan dan juga lebih mengajak lebih banyak kawan-kawan disabel, baik itu wheelchair maupun disabel kategori lain.”

Pengalaman serupa dirasakan Wini Nurkustiah asal Cikarang. Merdeka Run menjadi ajang pertamanya. Latihan yang rutin dilakukan di rumah membawanya menjadi second finisher wheelchair female.

“Sangat excited banget, Kak. Ini pengalaman pertama saya ikut ini,” kata Wini.

Wini juga mengajak sesama penyandang disabilitas untuk tetap percaya diri dan berani mengikuti berbagai kegiatan.

“Kita pasti bisa,” ujarnya.

Cerita lain datang dari Agus Prayogo yang menjadi first finisher kategori master male atau peserta berusia 40 tahun ke atas. Meski Merdeka Run sudah memasuki penyelenggaraan kedua, tahun ini merupakan pengalaman pertama Agus mengikuti ajang tersebut.

Agus mengaku menikmati lintasan yang steril dan relatif datar. Antusiasme masyarakat di sepanjang rute juga menjadi salah satu hal yang membuatnya menikmati perlombaan.

“Aku senang banget pagi ini, rutenya steril, rutenya cenderung flat. Kemudian antusias dari masyarakat sangat luar biasa,” kata Agus.

Bagi Agus, suasana perlombaan yang bertepatan dengan perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI juga memberikan pengalaman tersendiri. Dia berharap Merdeka Run dapat menjadi agenda tahunan yang menarik minat pelari dari berbagai daerah.

Sementara itu, atlet asal Sumatera Barat yang mewakili DKI Jakarta, Odekta Elvina Naibaho, menjadi first finisher kategori perempuan umum. Odekta mengaku terkesan dengan suasana sepanjang lintasan, terutama dukungan peserta dan penonton.

“Tentunya saya sangat bangga banget karena melihat euforia dan semangat luar biasa. Clear semua rutenya, itu menurut saya merinding sepanjang rutenya,” ungkap Odekta.

Odekta berharap suasana serupa dapat kembali hadir pada penyelenggaraan berikutnya. Dia juga berpesan kepada atlet muda di berbagai daerah agar terus berlatih dan tidak mudah menyerah dalam mengejar prestasi.

“Mudah-mudahan kalian motivasinya semakin tinggi, bisa melampaui prestasi Kak Odek, dan tetap semangat apa pun kondisinya. Jangan patah semangat bahwa semua orang bisa jadi apa pun,” ucapnya.

Diikuti 12 Ribu Peserta

Merdeka Run 2026 diikuti 12 ribu peserta dari berbagai kalangan, mulai dari atlet profesional, komunitas lari, hingga masyarakat umum. Ajang tersebut digelar untuk memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI dengan mengusung tema “Bangun, Bergerak, Merdeka”.

Para peserta mengikuti kategori 8K dengan titik start di depan Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara. Sejak sebelum matahari terbit, kawasan tersebut sudah dipadati peserta yang mengenakan berbagai atribut, dengan nuansa merah mendominasi barisan pelari.

Peserta juga disuguhi pertunjukan drone di langit depan Istana Merdeka sebelum perlombaan dimulai. Fly pass pesawat tempur TNI AU turut menandai dimulainya Merdeka Run 2026.

Tepat pukul 06.00 WIB, flag off dilakukan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Dari depan Istana Merdeka, peserta berlari menyusuri sejumlah jalan utama di pusat Jakarta sebelum finis di kawasan Monas. Dengan batas waktu 120 menit, kategori 8K tersebut dirancang untuk mengakomodasi pelari yang mengejar catatan waktu sekaligus masyarakat yang baru mengikuti ajang lari.

Merdeka Run 2026 juga menerapkan lintasan yang steril dan terukur dengan mengutamakan keamanan serta kenyamanan peserta. Sejumlah atlet terbaik Indonesia turut ambil bagian dalam perlombaan tersebut.

Setelah lomba selesai, kemeriahan berlanjut di kawasan Monas yang menjadi Race Village atau Kampung Merdeka. Area tersebut menghadirkan berbagai aktivitas bagi peserta dan masyarakat.

Sebanyak 81 pelaku UMKM turut meramaikan Kampung Merdeka. Area UMKM tersebut dibuka gratis untuk masyarakat dan berdampingan dengan panggung hiburan serta sejumlah titik foto.

Merdeka Run 2026 akhirnya tidak hanya menjadi ajang untuk mengejar catatan waktu. Kehadiran kategori kursi roda, atlet nasional, komunitas lari, dan masyarakat umum menunjukkan bahwa olahraga dapat menjadi ruang bersama untuk bergerak dan merayakan kemerdekaan.