Prabowo Kelakar Menterinya Mulai Botak

Menurutnya, sejumlah menteri mulai mengalami kebotakan setelah sekitar 18 bulan bekerja membantunya.

Diterbitkan 28 Juni 2026, 11:38 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto melontarkan kelakar soal perubahan penampilan sejumlah menteri dan profesor di kabinetnya. Menurutnya, mereka mulai mengalami kebotakan setelah sekitar 18 bulan bekerja membantunya.

Candaan itu disampaikan oleh Prabowo di sela-sela pidatonya saat menghadiri Sarasehan Kebangsaan 2.600 Rektor/Dekan/Dosen PTN & PTS Seluruh Indonesia bertema “Strategi Kemandirian Ekonomi dan Kesejahteraan Indonesia” di Jakarta Convention Center, Jakarta Pusat, Minggu (28/6/2026).

Mulanya Prabowo menyampaikan bahwa para profesor yang tinggal di Jakarta tampaknya harus siap lebih sering dipanggil untuk berdiskusi. Sementara bagi akademisi yang berada di Bandung, dia menilai tidak ada lagi alasan sulit menghadiri pertemuan karena telah tersedia layanan kereta cepat.

“Saya kasihan beberapa profesor yang tinggal di sekitar Jakarta itu, bolak-balik dipanggil, iya kan? Saya dengar mereka itu tiap dua jam buka handphone. Yang di Bandung pun tidak ada alasan karena sekarang ada Whoosh. Dipanggil ya 45 menit bisa di Jakarta, kan gitu,” ujarnya.

Suasana kemudian mencair ketika Prabowo menyinggung perubahan penampilan sejumlah pembantunya sejak awal masa pemerintahan.

 

Colek Mendiktisaintek

Dia menyebut beberapa menteri yang dahulu memiliki rambut lebat kini mulai mengalami kebotakan akibat padatnya aktivitas selama sekitar 18 bulan terakhir. Prabowo juga mengonfirmasi hal tersebut kepada Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto.

“Yang di Bandung pun saya perhatikan beberapa pembantu saya, waktu awal dilantik rambutnya masih bagus, setelah 18 bulan semakin botak gitu. Aku perhatikan Pak Brian, banyak itu rambutnya sudah makin ke atas,” kata Prabowo.

Ucapan Prabowo tersebut disambut gelak tawa peserta sarasehan yang hadir. Dia juga berujar bahwa dalam 18 bulan terakhir jadwal kerjanya sangat padat.

Di tengah kesibukan tersebut, dia mengaku banyak mengikuti forum diskusi dan pertukaran gagasan sebagai bagian dari upaya menghimpun seluruh potensi bangsa untuk menghadapi berbagai tantangan.

“Saya terus dalam 18 bulan terakhir ini jadwal saya sangat padat. Dan sebagian besar saya mengikuti beberapa suasana berdebat dalam suasana positif, suasana tukar-menukar gagasan-gagasan,” ujar dia.