Megawati Kenang Malam Bersejarah di Dili

Megawati Soekarnoputri menegaskan hubungan Indonesia dan Timor Leste telah berkembang menjadi persaudaraan yang kuat.

Diterbitkan 09 Juli 2026, 16:21 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, mengatakan, hubungan Indonesia dan Timor Leste telah melampaui konflik masa lalu dan berkembang menjadi ikatan persaudaraan yang kuat.

Hal tersebut disampaikan saat memberikan Kuliah Kepresidenan bertajuk "Dua Negara Merangkai Cita-Cita Bersama" di Dili, Timor Leste, Kamis (9/7/2026).

Membuka kuliahnya, Megawati mengenang kembali momentum historis 24 tahun lalu, tepatnya tengah malam 20 Mei 2002 di Padang Tasitolu, saat ia menghadiri langsung upacara restorasi kemerdekaan Timor Leste selaku Presiden RI.

Dia mengungkapkan, pergolakan batinnya kala itu yang harus menyaksikan bendera Merah Putih diturunkan. Meskipun banyak pihak di masa itu mempertanyakan kehadirannya dan menganggapnya sebagai malam perpisahan, Megawati menegaskan pandangan sebaliknya.

"Selama 24 tahun saya menyimpan rapat jawaban itu. Peristiwa itu bukanlah tragedi perpisahan. Malam itu menjadi saksi lahirnya Timor-Leste sebagai saudara Indonesia. Itulah makna rekonsiliasi sejati," kata dia.

 

 

Singgung Peran Perempuan

Di sisi lain, Megawati turut menyinggung soal kepemimpinan perempuan, di mana dia berbagi pengalamannya menjadi presiden, dan bisa memotivasi para wanita timor Leste.

"Tuhan memberikan kekuatan biologis dan mental yang luar biasa kepada perempuan. Perempuan tidak hanya melahirkan anak manusia, tapi juga melahirkan dan membesarkan bangsa," tegasnya.

Megawati juga menyarankan agar Timor Leste mulai merancang undang-undang terkait penyalahgunaan Artificial Intelligence (AI), yang dipandangnya bisa menjadi ancaman. 

Selaku Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Indonesia, Megawati menawarkan kerja sama riset dengan Presiden Ramos-Horta dan PM Xanana untuk membangun kawasan pertumbuhan ekonomi bersama di koridor Nusa Tenggara Timur (NTT), Dili, dan Papua.

 

Kerja Sama Parpol

Dalam kesempatan itu, turut membuka peluang kerja sama kaderisasi politik antara Indonesia dan Timor Leste, khususnya untuk memperkuat kapasitas politisi perempuan.

Megawati mengatakan PDIP siap menggelar pelatihan kepemimpinan bagi perempuan Timor Leste.

"Tadi ibu-ibu ada yang mengatakan, 'Ibu, cepat bikin kursus buat ibu-ibu perempuan partai.' Oke, saya bilang saya senang sekali," ujar Megawati.

Megawati juga mencontohkan program pemberdayaan ekonomi perempuan yang dijalankan PDI Perjuangan melalui pengembangan UMKM.

Menurutnya, pola tersebut dapat diterapkan untuk mendukung perajin kain tenun Tais di Timor Leste agar lebih mandiri dan mampu menembus pasar internasional.

Komitmen pemberdayaan ini diperkuat oleh testimoni luar biasa dari Perdana Menteri Kay Rala Xanana Gusmao.

"Ini suatu hari yang kita tidak akan lupakan, karena kita menerima di Istana ini seseorang yang historis. Secara yang tadi menyadarkan kita tentang kehidupan baru sekarang. Ibu Megawati ini adalah contoh untuk semua perempuan di Timor Leste, agar jangan berpikiran kecil-kecil setiap harinya," jelas dia.

Lebih lanjut, Xanana menyerukan bahwa keteladanan Megawati tidak hanya berlaku bagi kaum perempuan, melainkan juga bagi seluruh rakyat Timor-Leste tanpa memandang gender.

"Dan semua-semua aspek kehidupan. Inilah, ya, bukan hanya perempuan, perempuan Timor-Leste, tapi juga laki-laki, itu kita harus belajar dari Ibu ini. Karena kita harus percaya pada diri sendiri," kata dia.